Pembekalan Ketahanan Pangan untuk Prajurit Yonif Teritorial Pembangunan

  • 25 Nov 2025 21:17 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung Barat: Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) menggelar Pembekalan Ketahanan Pangan TA 2025 dengan melibatkan 220 prajurit perwakilan dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) se-Indonesia, di Pusdikter Pusterad, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (25/11/2025).

Dalam sambutan Komandan Pusterad Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno yang dibacakan Wadanpusterad, harapan agar seluruh rangkaian kegiatan pembekalan ketahanan pangan dapat berjalan lancar, aman, dan membawa manfaat nyata bagi seluruh peserta.

Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno menggarisbawahi bahwa ketahanan pangan merupakan sektor strategis yang harus dikelola dengan serius karena berpengaruh langsung terhadap stabilitas nasional. Ia menyebut berbagai negara, termasuk Indonesia, terus melakukan antisipasi melalui perlindungan produksi, penguatan pasar pangan, serta peningkatan kesejahteraan petani.

Baca juga:Lanud Husein Sastranegara Ikuti Sosialisasi Binwassos Ster Kodau

“Melalui pembinaan teritorial, TNI AD mengambil peran aktif dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Pusterad mendukung penuh berbagai program ketahanan pangan yang dijalankan TNI AD,” tegasnya.

Ia memberikan apresiasi kepada prajurit Yonif TP yang terpilih mengikuti pelatihan ini dan berharap mereka dapat menyerap seluruh materi dengan baik, kemudian menularkannya kepada anggota satuan masing-masing.

Program pembekalan ini difokuskan pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta pemanfaatan teknologi di bidang pertanian dan peternakan. Melalui pembekalan tersebut, para prajurit diharapkan mampu mendukung para petani dan peternak di wilayah binaan, sekaligus berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Menutup sambutannya, Danpusterad memberikan pesan khusus agar seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh semangat serta tidak ragu bertanya apabila ada materi yang belum dipahami.

“Melalui pembekalan ini, para prajurit tidak hanya mempelajari teknik baru, tetapi juga memperluas wawasan untuk mewujudkan masa depan pertanian dan peternakan yang lebih baik, efisien, dan berkelanjutan demi kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan pembekalan dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari dengan kombinasi materi teori, praktik lapangan, dan implementasi teknologi pertanian modern. Program ini menjadi bagian dari komitmen TNI AD untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan prajurit dan masyarakat di wilayah teritorial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....