Kue Putu,Jajanan Tradisional Bikin Lidah Nagih
- 29 Jun 2026 16:16 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Kue putu merupakan salah satu jajanan tradisional Indonesia yang hingga kini masih memiliki tempat istimewa di tengah masyarakat. Berbahan dasar tepung beras dengan isian gula merah, kue ini dikenal memiliki cita rasa khas yang memadukan manis legit gula aren dengan gurihnya kelapa parut kukus.
Keunikan kue putu tidak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada proses pembuatannya yang menggunakan cetakan bambu dan dikukus secara tradisional. Saat dimasak, suara uap air yang mendesis dari alat kukusan menjadi ciri khas yang sering menjadi penanda kehadiran pedagang kue putu di lingkungan masyarakat.
Secara karakteristik, kue putu memiliki tekstur lembut dengan sedikit sensasi berpasir dari tepung beras. Aroma pandan yang harum memberikan daya tarik tersendiri, sementara gula merah di bagian tengah akan meleleh ketika kue disantap dalam kondisi hangat.
Kue putu biasanya disajikan dengan taburan kelapa parut yang telah dikukus dan diberi sedikit garam. Perpaduan rasa manis dari gula merah serta rasa gurih dari kelapa menciptakan keseimbangan cita rasa yang membuat jajanan ini tetap digemari berbagai kalangan.
Dalam pembuatannya, kue putu menggunakan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan. Bahan utama berupa tepung beras biasanya diberi warna hijau alami dari daun pandan atau daun suji, kemudian dipadukan dengan gula merah atau gula aren sebagai isian utama.
Selain tepung beras dan gula merah, bahan lain yang digunakan adalah kelapa parut, air, garam, serta tambahan pasta pandan untuk memperkuat aroma. Kesederhanaan bahan inilah yang menjadikan kue putu sebagai salah satu kuliner rakyat yang tetap bertahan dari generasi ke generasi.
Proses pembuatan kue putu membutuhkan ketelitian agar menghasilkan tekstur yang sempurna. Tepung beras dicampur dengan air pandan secara perlahan hingga membentuk adonan berbutir, kemudian diayak agar teksturnya halus dan tidak menggumpal saat dikukus.
Setelah adonan siap, bahan tersebut dimasukkan ke dalam cetakan bambu hingga setengah bagian, lalu diberi isian gula merah di tengahnya. Adonan kembali ditutup dengan tepung beras tanpa ditekan agar kue tetap mengembang, lembut, dan memiliki tekstur khas setelah matang.
Kue putu kemudian dikukus selama sekitar 20 hingga 25 menit sebelum disajikan hangat bersama baluran kelapa parut. Hingga kini, kue putu bukan hanya sekadar makanan ringan, tetapi juga menjadi bagian dari warisan kuliner Indonesia yang menyimpan nilai budaya, tradisi, dan kenangan masa lalu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....