Kuliner Viral Dipadati Pengunjung Berkat Tren Media Sosial

  • 29 Jun 2026 11:23 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Tren kuliner di Kota Bandung kembali menjadi perhatian publik setelah sejumlah tempat makan viral ramai diperbincangkan di media sosial dalam beberapa waktu terakhir. Fenomena ini membuat beberapa lokasi kuliner dipadati pengunjung hingga menimbulkan antrean panjang hampir setiap hari.

Salah satu yang banyak dibicarakan adalah BMB Canteen di kawasan Sukajadi, Bandung. Tempat ini viral karena konsep penyajian modern dengan menu olahan daging yang dikemas dalam suasana kafe terbuka bergaya urban.

Selain itu, Toko Bubur DPR di kawasan Cibeunying Kidul juga menjadi sorotan warganet. Kuliner ini dikenal dengan bubur khas yang dipadukan dengan berbagai topping seperti daging dan lauk premium yang membuatnya berbeda dari bubur pada umumnya.

RM Abah Harja di kawasan Bandung Selatan juga ikut masuk dalam daftar kuliner yang ramai diburu pengunjung. Rumah makan ini viral karena konsep masakan Sunda dengan bahan baku lokal dan suasana makan yang masih mempertahankan nuansa tradisional.

Dalam berbagai unggahan video pendek di media sosial, warganet menyoroti antrean panjang di ketiga lokasi tersebut. Banyak komentar menyebut bahwa pengalaman kuliner di tempat tersebut bukan hanya soal rasa, tetapi juga pengalaman visual dan suasana yang dianggap layak dicoba sekali seumur hidup.

Seorang pengunjung Bubur DPR Rina (28), mengaku rela mengantre demi merasakan langsung sensasi kuliner yang sedang viral. "Awalnya tahu dari media sosial, ternyata tempatnya memang menarik dan makanannya enak. Menurut saya, suasananya juga jadi nilai tambah sehingga antreannya terasa sepadan," ujarnya kepada RRI Minggu, 28 Juni 2026.

Sebagian warganet juga menilai bahwa viralnya sebuah tempat makan sangat dipengaruhi oleh konten video yang menampilkan plating makanan dan suasana tempat secara estetik. Hal ini membuat banyak orang tertarik datang meski harus menunggu cukup lama.

Komentar lain yang muncul di berbagai unggahan menyebut bahwa ekspektasi rasa sering kali sejalan dengan popularitas tempat tersebut, meskipun ada juga yang menilai pengalaman makan lebih berkesan dibanding rasa itu sendiri. Diskusi ini memperlihatkan bagaimana persepsi publik terbentuk dari konten media sosial.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....