Duta Literasi OJK Dimulai, Upaya Nyata Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat
- 10 Jun 2026 17:49 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Kota Cirebon menjadi saksi penting dimulainya program Training of Trainer (ToT) Duta Literasi Keuangan yang digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk segmentasi prioritas dengan fokus utama memperkuat peran media massa sebagai mitra strategis dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Yang dimulai sejak Rabu 10 Juni 2026 hingga Jumat 12 Juni 2026 dengan melibatkan 25 Jurnalis, Redaktur, Reporter dari berbagai Media Massa di Indonesia.
Kepala Grup Komunikasi Publik OJK, Sekar Putih Djarot dalam sambutannya menegaskan, tingginya angka pengaduan keuangan di Jawa Barat menjadi latar belakang penting pelaksanaan ToT ini. Dalam catatan OJK hingga awal tahun ini, sebanyak 88.943 laporan pengaduan telah diterima dan menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan peringkat tertinggi dugaan kasus penipuan yang dilaporkan.
“Transaksi keuangan di Jawa Barat mencatat angka yang lebih tinggi dibandingkan daerah lain. Karena itu, literasi keuangan melalui media massa diharapkan mampu mencegah masyarakat menjadi korban penipuan,” ujarnya, Rabu 10 Juni 2026.
Menurutnya, media memiliki keunggulan dalam menyampaikan informasi yang luas dan tepat, sehingga peran wartawan sebagai edukator menjadi krusial. Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya dibekali pemahaman tentang literasi keuangan, tetapi juga diarahkan untuk menyusun dan menyebarkan konten digital yang edukatif.
“Melalui ToT, para peserta akan memiliki peran baru sebagai edukator yang bisa langsung mengajar dan memberikan pemahaman kepada masyarakat di berbagai daerah,” tambah Sekar.
Sementara itu, PLT Kepala OJK Cirebon, Tesar Pratama Gustarsjidi menyoroti adanya kesenjangan antara tingkat literasi dan inklusi keuangan berdasarkan survei tahun 2025. “Walaupun akses keuangan masyarakat meningkat, edukasi yang memadai belum menyertainya. Hal ini berbahaya karena masyarakat mudah terjebak oleh oknum tidak bertanggung jawab,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya sinergi media dalam menyampaikan informasi literasi keuangan secara berkelanjutan. Tesar juga mengungkapkan, sepanjang tahun 2025, OJK Cirebon menerima hampir 2.000 pengaduan terkait masalah keuangan.
“Media partner kami di Cirebon sudah sangat membantu dalam memberikan informasi literasi kepada masyarakat. Dengan ToT ini, kami berharap peran tersebut semakin diperkuat,” katanya. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal kolaborasi jangka panjang.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa digitalisasi transaksi keuangan yang semakin masif membawa tantangan baru. “Semua bisa dilakukan lewat ponsel, mulai dari membuka rekening hingga berbelanja. Namun, banyak oknum yang menyalahgunakan sistem ini untuk menipu masyarakat,” ujarnya.
Karena itu, ToT juga membekali peserta dengan pengetahuan untuk mengenali ciri-ciri investasi ilegal dan pinjaman online yang merugikan. Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada pelatihan semata. OJK menekankan pentingnya tindak lanjut berupa program kerja bersama dengan kantor OJK di daerah masing-masing.
“Harapannya, peserta ToT dapat meneruskan pengetahuan ini kepada masyarakat, keluarga, dan lingkungan sekitar agar tidak terdampak kejahatan keuangan,” tegas Tesar.
Dengan melibatkan media sebagai duta literasi keuangan, OJK menegaskan komitmennya untuk membangun masyarakat yang lebih cerdas dan tangguh dalam menghadapi tantangan sektor jasa keuangan. Program ToT ini menjadi langkah nyata memperkuat ekosistem literasi dan inklusi keuangan di Jawa Barat, sekaligus memperkokoh peran media sebagai garda terdepan edukasi publik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....