JOMO, Menikmati Hidup tanpa Takut Ketinggalan Tren
- 01 Agt 2026 05:02 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Di era media sosial, banyak orang merasa harus selalu mengikuti tren, menghadiri berbagai acara, atau terus memperbarui aktivitasnya di dunia maya. Kondisi ini dikenal sebagai Fear of Missing Out (FOMO), yaitu perasaan khawatir tertinggal dari orang lain. Sebagai penyeimbang, kini muncul konsep “Joy of Missing Out (JOMO)”, yakni menikmati hidup dengan lebih tenang tanpa merasa harus mengikuti semua hal.
JOMO mengajak seseorang untuk lebih fokus pada kebutuhan diri sendiri dibandingkan tekanan dari lingkungan atau media sosial. Dengan menerapkan gaya hidup ini, seseorang dapat lebih menghargai waktu, menjaga kesehatan mental, dan membangun hubungan yang lebih berkualitas dengan keluarga maupun teman.
Berbagai edukasi kesehatan mental mengingatkan bahwa penggunaan media sosial secara berlebihan dapat meningkatkan risiko stres, kecemasan, hingga kelelahan emosional. Karena itu, masyarakat dianjurkan mengatur waktu penggunaan gawai dan tetap menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dengan kehidupan nyata.
Salah satu cara menerapkan JOMO adalah dengan mengurangi kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain di media sosial. Setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda sehingga tidak perlu merasa tertinggal hanya karena melihat pencapaian orang lain.
| Baca juga: Manfaat Rendaman Air Nabeez untuk Kesehatan |
Selain itu, meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang disukai seperti membaca buku, berolahraga, berkebun, atau berkumpul bersama keluarga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan emosional. Aktivitas tersebut juga memberikan kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat dari derasnya arus informasi digital.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan bahwa kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan. Menjaga keseimbangan antara pekerjaan, waktu istirahat, dan kehidupan sosial menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas hidup.
JOMO bukan berarti menolak perkembangan teknologi atau menghindari pergaulan. Gaya hidup ini justru mengajarkan seseorang untuk memilih aktivitas yang benar-benar memberikan manfaat dan kebahagiaan tanpa harus mengikuti semua tren yang sedang populer.
Dengan lebih bijak menggunakan media sosial dan menghargai waktu untuk diri sendiri, masyarakat dapat menjalani kehidupan yang lebih tenang, produktif, dan sehat di tengah perkembangan dunia digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....