Penyebab Gagal Ginjal pada Balita dan Anak Muda Meningkat

  • 03 Jul 2026 22:26 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Gagal ginjal pada balita sering berupa gangguan akut akibat infeksi, dehidrasi, kelainan bawaan, atau paparan zat tertentu. Pada anak muda, kondisi ini biasanya bersifat kronis akibat gaya hidup seperti konsumsi tinggi gula/garam, dehidrasi, kebiasaan merokok, atau penggunaan obat pereda nyeri secara berlebihan.

Mengenali gejala sedini mungkin dapat mencegah kerusakan ginjal yang lebih parah:

Balita/Anak-anak: Pembengkakan pada wajah, mata, atau kaki, frekuensi buang air kecil menurun drastis, urine berbusa atau berwarna kemerahan, mual, dan penurunan nafsu makan.

Anak Muda: Sering merasa sangat lelah, tekanan darah tinggi, kulit kering dan gatal tanpa ruam, serta sesak napas akibat penumpukan cairan.

Pada Balita dan Anak-anak:

  • Kelainan Bawaan: Seperti ginjal polikistik atau bentuk ginjal yang tidak sempurna sejak lahir.
  • Infeksi dan Autoimun: Peradangan seperti glomerulonefritis atau sindrom nefrotik.
  • Dehidrasi Berat: Kehilangan cairan tubuh secara masif akibat diare atau muntah.
  • Pola Makan Buruk: Konsumsi berlebihan minuman manis, makanan cepat saji, dan tinggi garam yang memicu diabetes dan hipertensi.
  • Kurang Minum Air Putih: Menyebabkan penumpukan racun dan pembentukan batu ginjal.
  • Gaya Hidup Tidak Sehat: Kebiasaan merokok dan konsumsi obat pereda nyeri (seperti ibuprofen) secara berlebihan.

Untuk menjaga kesehatan ginjal, terapkan langkah-langkah berikut:

Penuhi Kebutuhan Cairan: Pastikan balita dan anak muda minum air putih yang cukup setiap hari.

  1. Batasi Asupan Tidak Sehat: Kurangi makanan tinggi garam, natrium, dan minuman berpemanis buatan.
  2. Hindari Pengobatan Sembarangan: Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat pereda nyeri atau suplemen tertentu.
  3. Pemeriksaan Rutin: Lakukan pemeriksaan fungsi ginjal (medical check-up) secara berkala, terutama jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ginjal, diabetes, atau hipertensi. Segera bawa anak atau anggota keluarga ke fasilitas kesehatan terdekat jika Anda melihat adanya perubahan drastis pada pola buang air kecil, urine berbusa, atau terjadi pembengkakan.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....