Kasus Stunting di Kota Cimahi Capai 2.668 Balita, Pemkot Perkuat Validasi Data

  • 06 Jul 2026 19:37 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Persoalan stunting masih menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Cimahi. Berdasarkan hasil pendataan 2026, tercatat sebanyak 2.668 balita mengalami stunting atau setara 9,62 persen dari total balita yang terdata.

Jumlah tersebut mengalami kenaikan dibandingkan jumlah kasus pada 2025 yang mencapai 2.625 balita. Meski demikian, secara persentase prevalensi stunting justru menurun dari 9,81 persen menjadi 9,62 persen.

Pemerintah Kota Cimahi terus melakukan pemantauan dan evaluasi untuk memastikan data yang digunakan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Langkah tersebut menjadi dasar dalam menentukan kebijakan penanganan stunting yang lebih tepat sasaran.

Data menunjukkan Kecamatan Cimahi Utara menjadi wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi pada 2026, yakni 860 balita atau 10,84 persen. Sementara itu, Kecamatan Cimahi Tengah mencatat 281 kasus atau 9,19 persen, sedangkan Kecamatan Cimahi Selatan memiliki jumlah kasus terbanyak sebanyak 1.045 balita dengan prevalensi 8,48 persen.

Untuk memastikan keakuratan data, hasil pengukuran melalui Bulan Penimbangan Balita (BPB) kembali dievaluasi dan divalidasi oleh petugas gizi di seluruh puskesmas. Validasi tersebut dinilai penting agar intervensi yang dilakukan pemerintah sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, dr. Reri Marliah, menjelaskan bahwa stunting dipengaruhi berbagai faktor yang saling berkaitan. Karena itu, penanganannya tidak dapat dilakukan hanya melalui sektor kesehatan.

"Faktor risiko stunting merupakan risiko yang multifaktor dan multisektoral, kesehatan dan non kesehatan, mulai dari ketahanan pangan, lingkungan sosial, lingkungan kesehatan, dan lingkungan pemukiman. Sehingga upaya intervensi yang dilakukan juga terbagi ke dalam dua kelompok yaitu intervensi gizi sensitif dan intervensi gizi spesifik," ujar Reri dalam keterangannya, Senin 6 Juli 2026.

Menurutnya, validasi data menjadi fondasi penting dalam menyusun program percepatan penurunan stunting. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat menentukan sasaran program secara lebih efektif sekaligus memaksimalkan penggunaan sumber daya yang tersedia.

Pemerintah Kota Cimahi menargetkan penurunan angka stunting dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan anak sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang lebih sehat dan produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....