Ritual Pha Bhada, Tradisi Damai di Nagekeo
- 10 Des 2024 20:43 WIB
- Ende
KBRN, Ende : Masyarakat Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, terus menjaga tradisi adat dalam menyelesaikan sengketa melalui ritual Pha Bhada Ti’i To Waja Na. Ritual ini, yang berarti "sembelih kerbau dan ganti rugi dalam adat," digelar untuk mendamaikan suku-suku yang bersengketa.
Pada awal Juni lalu, warga Kampung Watugase, Kelurahan Ratongamobo, Kecamatan Boawae, melaksanakan ritual tersebut untuk menyelesaikan konflik antara Suku Wolowea dan Suku Dhe. Ritual ini menjadi simbol perdamaian sekaligus penghapusan segala bentuk sial dan pertikaian melalui penyembelihan kerbau, yang diatur berdasarkan kesepakatan damai antar kedua pihak.
Puncak ritual ditandai dengan penyembelihan kerbau, yang dianggap mensahkan perdamaian secara adat. Seluruh prosesi disaksikan oleh ketua suku, tetua adat, dan tokoh masyarakat, termasuk perwakilan Pemerintah Kabupaten Nagekeo dan Kelurahan Ratongamobo. Pada kesempatan ini, kedua belah pihak menandatangani berita acara perdamaian, meneguhkan komitmen untuk hidup berdampingan secara damai.
Selain penyembelihan kerbau, prosesi ditutup dengan penyampaian ucapan terima kasih dan permohonan maaf dari keluarga besar kedua suku yang bersengketa. Hal ini menunjukkan semangat saling memaafkan sebagai fondasi utama kehidupan masyarakat adat Nagekeo.
Ritual Pha Bhada Ti’i To Waja Na tidak hanya melambangkan penyelesaian sengketa, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan harmoni yang menjadi ciri khas budaya masyarakat Nagekeo. Tradisi ini tetap relevan sebagai bagian dari upaya menjaga perdamaian dalam komunitas lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....