Solusi Kekeringan Lahan Pertanian di Kabupaten Subang
- 29 Jul 2026 18:15 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung: Kemarau panjang yang terjadi saat ini telah mengakibatkan kondisi ketersediaan air untuk pertanian dan saluran irigasinya mulai mengering, tidak terkecuali di daerah Subang Jawa barat. Bahkan saluran irigasi di daerah Pantura sebagian besar sudah ada yang mengalami kekurangan air irigasi untuk pertanian.
Kondisi ini dijelaskan oleh Enda, S.Pd., M.Pd. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Subang dalam acara Sorotan Sore di Programa 4 RRI Bandung Rabu 29 Juli 2026. “kondisi ini jika tidak segera diantisipasi akan mengakibatkan gagal panen”, dijelaskan Enda.
Ada beberapa hal yang sudah dilakukan untuk mengantisipasi kondisi kekeringan saat ini, salah satunya adalah Pompanisasi. “Saat ini sudah dilakukan Pompanisasi di Desa Munggulsari Kecamatan Pusakajaya, karena petani sudah terlanjur menanam dan sudah memasuki usia kurang lebih satu bulan”, lanjut Enda.
Pompanisasi adalah strategi menangani kekeringan dengan cara memompa air dari sumbernya dengan menggunakan mesin pompanisasi yang dialirkan ke saluran pesawahan yang ada di area pertanian. “kalau tidak dibantu dengan Pompanisasi Irigasi yang diambil dari sumbernya yaitu kali Cipunagara, maka dihawatirkan akan mengalami gagal panen”, ditegaskan Enda.
Dengan melakukan Pompanisasi, sebagian wilayah bisa tertolong dari masalah kekeringan di area persawahan. “Alhamdulillah untuk petani saat ini sudah bisa tertolong dan masalahnya sudah teratasi, mudah-mudahan bisa berhasil sampai panen”, lanjut Enda.
Kondisi kekeringan seperti saat ini tentu perlu kesadaran berbagai pihak mengetahui cara merawat dan merevitalisasi saluran irigasi untuk menjaga ketersediaan air. “Kami dari pemerintah Kabupaten Subang khususnya BPBD mengharapkan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Subang untuk menghemat air, baik air bersih untuk minum, air untuk irigasi pesawahan, sehingga lebih efektif digunakan untuk fungsinya masing-masing”, lanjut Enda.
Kekhawatiran lebih jauh dari bencana kekeringan karena kemarau panjang adalah adanya bencana sosial. “Saat ini kita berkolaborasi dengan lintas sektor baik dengan TNI dan POLRI di daerah, karena dikhawatirkan dari bencana kekeringan ini akan meningkat menimbulkan bencana sosial karena di warga masyarakat khususnya petani saling berebut air diwilayahnya”, lanjut Enda.
Gubernur Jawa Barat sudah mengeluarkan SK siaga darurat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan yang berlaku sejak bulan Juli hingga September. “Maka kita di Kabupaten Subang sudah menindaklanjuti dan menerbitkan SK Bupati siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan”, lanjut Enda.
Menurut BMKG (Badan Meteorologi Klema), musim kemarau diperkirakan puncaknya akan terjadi hingga bulan September.”Upaya-upaya kita untuk air bersih diantaranya adalah mensuplai air bersih dengan menggunakan mobil tengki untuk mengirim air bersih kepada warga masyarakat yang mengalami darurat air bersih”, pungkas Enda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....