Kementerian HAM Dorong Pelajar Jawa Barat Jadi Agen Penyebar Nilai Kemanusiaan

  • 29 Jul 2026 16:43 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) mendorong para pelajar di Jawa Barat untuk mengambil peran sebagai agen perubahan dalam menumbuhkan budaya yang menghormati hak asasi manusia, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah kehidupan bermasyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan Menteri HAM Natalius Pigai melalui sambutan tertulis yang dibacakan Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM, Munafrizal Manan, saat membuka kegiatan Jabar Human Rights Forum (JHRF) 2026: Bedah Buku dan Talkshow Penguatan Hak Asasi Manusia di Aula Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu 29 Juli 2026.

Dalam sambutannya, Munafrizal menekankan bahwa keikutsertaan para pelajar dalam forum tersebut tidak sebatas menghadiri kegiatan seremonial. Mereka diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam menyebarluaskan nilai-nilai hak asasi manusia di lingkungan masing-masing.

"Kehadiran kalian di sini bukan hanya sebagai peserta, tetapi menjadi pelopor dalam menyuarakan nilai-nilai hak asasi manusia di lingkungan masing-masing," ujarnya.

Ia menjelaskan, pendidikan mengenai hak asasi manusia sebenarnya telah diperkenalkan melalui mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Namun, melalui forum seperti JHRF, pemahaman tersebut diperkuat agar tidak berhenti pada teori, melainkan diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam membangun lingkungan yang menghargai perbedaan. Karena itu, para pelajar didorong untuk berani menolak segala bentuk diskriminasi, menjunjung tinggi keberagaman, serta menciptakan ruang yang inklusif bagi semua.

Munafrizal juga mengingatkan bahwa perubahan positif dapat dimulai dari tindakan sederhana. Ia mengajak para pelajar membiasakan sikap saling menghormati, menghindari perundungan, serta tidak menyebarkan ujaran kebencian dalam kehidupan sehari-hari maupun di ruang digital.

"Perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil. Mulailah dengan tidak melakukan perundungan, tidak menyebarkan ujaran kebencian, dan membiasakan sikap saling menghormati," katanya.

Melalui kegiatan ini, Kementerian HAM berharap para pelajar semakin memahami pentingnya penghormatan terhadap hak asasi manusia dan mampu menjadi generasi penerus yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Bekal tersebut dinilai penting untuk membentuk calon pemimpin bangsa yang mampu menjaga persatuan, kedamaian, dan kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....