Dosen dan Mahasiswa Universitas Telkom Kenalkan Energi Surya pada Siswa SD
- 17 Jun 2026 16:17 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Tim dosen dan mahasiswa Universitas Telkom (Tel-U) menggelar program pengabdian kepada masyarakat (pengmas) bertajuk "Petualangan Sains Cilik: Berkenalan dengan Energi Matahari" di Limbah Pustaka Desa Muntang, Kabupaten Purbalingga. Kegiatan tersebut diikuti 35 siswa sekolah dasar sebagai upaya mengenalkan energi terbarukan dan pembelajaran berbasis STEM sejak usia dini.
Program ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Telkom dalam mendukung peningkatan literasi sains dan teknologi di masyarakat. Melalui pendekatan yang interaktif, peserta diajak memahami konsep energi matahari dan pemanfaatannya sebagai sumber energi ramah lingkungan.
Ketua Pelaksana kegiatan, Dasril Aldo, mengatakan pengenalan sains kepada anak-anak perlu dilakukan melalui metode yang menyenangkan dan mudah dipahami. Karena itu, tim pengmas mengombinasikan penyampaian materi dengan praktik langsung.
"Anak-anak pada dasarnya memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Ketika mereka melihat sendiri bagaimana cahaya matahari dapat menggerakkan sebuah alat, pembelajaran menjadi lebih bermakna karena mereka mengalami dan membuktikannya secara langsung," kata Dasril, Rabu 17 Juni 2026.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada Sabtu 13 Juni 2026 lalu, siswa tidak hanya menerima materi mengenai energi surya, tetapi juga diajak merakit mainan tenaga surya secara berkelompok. Melalui praktik tersebut, mereka belajar menghubungkan panel surya, motor listrik, roda, dan berbagai komponen lainnya hingga menjadi alat yang dapat bergerak.
Menurut Dasril, aktivitas tersebut menjadi sarana penerapan pembelajaran STEM secara nyata. Siswa diperkenalkan pada konsep perubahan energi, penggunaan teknologi panel surya, proses perancangan sederhana, hingga pengukuran dan pengamatan terhadap hasil rakitan mereka.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif, para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan mengenai cara kerja panel surya dan pemanfaatan energi matahari dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai pertanyaan yang muncul menjadi pintu masuk bagi tim pengemas untuk memperkenalkan konsep-konsep sains secara lebih luas.
Selain memperkenalkan energi terbarukan, kegiatan ini juga dirancang untuk melatih keterampilan penting di era sekarang. Diantaranya seperti kreativitas, kolaborasi, komunikasi, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis.
"Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan keberanian untuk bertanya, mencoba, dan berinovasi. Nilai-nilai tersebut merupakan fondasi penting dalam pembelajaran STEM yang sangat dibutuhkan oleh generasi masa depan," ujarnya.
Dasril menambahkan, keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam program pengabdian kepada masyarakat tidak hanya bertujuan membagikan pengetahuan, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran yang lebih dekat dengan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas lokal dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak.
Program pengmas ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Universitas Telkom dengan dukungan pendanaan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) yang dikelola Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM).
Melalui kegiatan tersebut, Universitas Telkom berharap dapat mendorong tumbuhnya minat generasi muda terhadap sains, teknologi, dan energi terbarukan sejak usia dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....