BPS Kota Bandung Siapkan Pendataan 1,2 Juta Responden Sensus Ekonomi 2026

  • 17 Jun 2026 15:47 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan menjangkau seluruh bangunan dan aktivitas usaha di Kota Bandung melalui dua pendekatan pendataan, yakni pendataan rumah tangga dan pendataan usaha yang memiliki lokasi atau bangunan khusus.

‎Kepala BPS Kota Bandung, Nevi Hendri, menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan sensus, petugas akan mengumpulkan berbagai informasi dari masyarakat melalui kuesioner yang mencakup data pendidikan, pekerjaan, ketenagakerjaan, kesehatan, hingga fasilitas tempat tinggal.

‎Selain itu, sensus juga akan mendata berbagai aktivitas ekonomi yang dilakukan masyarakat, termasuk usaha mikro dan usaha informal yang tidak memiliki tempat usaha tetap.

‎"Dalam kuesioner ini ada data individu yang ditanyakan, mencakup variabel pendidikan, pekerjaan, tenaga kerja, kesehatan, dan juga fasilitas rumah. Termasuk kalau ada usaha, yang ditanyakan adalah usaha yang sifatnya tidak memiliki bangunan usaha khusus," ujar Nevi Hendri, Rabu 17 Juni 2026.

‎Menurutnya, usaha-usaha yang bersifat keliling atau tidak memiliki lokasi tetap akan didata melalui pendekatan rumah tangga. Sementara usaha yang memiliki bangunan atau lokasi usaha khusus akan didata langsung di tempat usahanya.

‎"Artinya, usaha-usaha keliling itu ditangkapnya di rumah tangga. Kalau bangunan yang didatangi adalah usaha, misalnya pertokoan atau pasar, maka yang dicakup adalah jenis usaha yang berada di lokasi tersebut. Jadi ada dua pendekatan," katanya.


‎Nevi menjelaskan, pendekatan pertama dilakukan terhadap rumah tangga yang memiliki kegiatan ekonomi tanpa bangunan usaha khusus. Sedangkan pendekatan kedua menyasar bangunan yang memang digunakan secara khusus untuk menjalankan usaha.

‎Ia menegaskan bahwa konsep sensus adalah mendatangi seluruh bangunan yang ada tanpa terkecuali, baik bangunan tempat tinggal, bangunan usaha, maupun bangunan campuran.

‎"Kalau ketemu bangunan usaha, maka langsung didata terkait usahanya di bangunan tersebut. Kalau ketemu rumah tangga, maka akan ditanyakan variabel rumah tangga yang sudah ditentukan. Jika ada usaha yang tidak menetap, maka usahanya akan didata melalui rumah tangga tersebut," jelasnya.

‎Sebagai contoh, pedagang kaki lima atau pelaku usaha keliling yang tidak memiliki lokasi usaha permanen akan didata berdasarkan alamat tempat tinggalnya. Informasi yang dikumpulkan mencakup pendapatan, struktur usaha, hingga karakteristik kegiatan ekonomi yang dijalankan.

‎"Nah, kita menangkap usaha yang keliling itu tidak di lokasi berjualannya, tetapi di rumahnya. Maka semua jenis pendapatan dan struktur usahanya ditanyakan di rumah," ucapnya.

‎BPS Kota Bandung sendiri telah memiliki basis data awal melalui Statistik Bisnis Register (SBR). Berdasarkan data tersebut, terdapat sekitar 450 ribu unit usaha yang tercatat di Kota Bandung. Jumlah tersebut masih dapat berubah setelah proses pendataan lapangan selesai dilakukan.

‎"Melalui Statistik Bisnis Register ada sekitar 450 ribuan unit usaha di Kota Bandung. Ini yang akan kita cek kembali. Bisa bertambah, bisa berkurang, tergantung hasil pendataan dan rekapitulasi di lapangan," katanya.

‎Selain mendata unit usaha, BPS juga akan melakukan pendataan terhadap sekitar 750 ribu rumah tangga di Kota Bandung. Dengan demikian, total responden yang akan didatangi petugas sensus mencapai sekitar 1,2 juta responden.

‎"Total yang akan kita datangi sekitar 1,2 juta responden, baik responden rumah tangga maupun responden usaha," tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....