BPS Kota Bandung Klaim Angka Kemiskinan Menurun, Ekonomi Digital Pendorongnya

  • 17 Jun 2026 15:57 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung mengklaim angka kemiskinan di Kota Bandung mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu faktor yang dinilai berkontribusi terhadap kondisi tersebut adalah semakin berkembangnya aktivitas ekonomi digital yang mampu meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat.

‎Kepala BPS Kota Bandung, Nevi Hendri, mengatakan perubahan pola perdagangan dari sistem konvensional (offline) ke platform digital menjadi fenomena yang saat ini terlihat jelas di lapangan. Menurutnya, kondisi tersebut sering kali menimbulkan persepsi bahwa aktivitas ekonomi menurun karena sejumlah pusat perdagangan tampak lebih sepi dibandingkan sebelumnya.

‎"Kalau melihat perkembangannya, ada penurunan angka kemiskinan. Karena sekarang terjadi pergeseran pola perdagangan yang biasanya dilakukan secara offline, kini beralih ke ekonomi digital. Kalau melihat fenomena di lapangan memang terlihat sepi. Banyak ruko yang tidak aktif," ujar Nevi, Rabu 17 Juni 2026.

‎Ia mencontohkan kondisi di sejumlah pusat perdagangan tradisional dan modern di Kota Bandung yang tidak lagi seramai beberapa tahun lalu. Salah satunya terlihat di kawasan Pasar Baru yang biasanya menjadi salah satu pusat perbelanjaan favorit masyarakat, terutama saat momentum Hari Raya Idulfitri.

‎Menurut Nevi, pada Idulfitri tahun ini aktivitas kunjungan ke pusat perbelanjaan tidak tampak membludak seperti sebelumnya. Namun di sisi lain, transaksi melalui platform digital justru mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

‎"Misalnya di Pasar Baru, saat Idulfitri kemarin terlihat tidak terlalu membludak. Tetapi kalau dilihat dari transaksi digital, angkanya luar biasa. Ini menunjukkan bahwa semakin banyak pelaku ekonomi di Kota Bandung, baik sebagai pelaku usaha maupun konsumen, yang melakukan transaksi melalui ekonomi digital," katanya.


‎Nevi menjelaskan, meningkatnya pemanfaatan platform digital oleh pelaku usaha berpotensi memberikan keuntungan yang lebih besar karena jangkauan pasar menjadi lebih luas. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat daya beli.

‎Menurutnya, ketika pendapatan masyarakat meningkat, kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup juga semakin baik. Dampak lanjutannya adalah berkurangnya jumlah penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan.

‎"Semakin banyak pelaku usaha yang melakukan transaksi secara digital dan memperoleh keuntungan, maka daya beli masyarakat juga akan meningkat. Peningkatan daya beli itu secara otomatis akan berdampak pada penurunan kemiskinan," ucapnya.

‎Meski demikian, Nevi menegaskan bahwa hubungan antara perkembangan ekonomi digital dan penurunan angka kemiskinan masih memerlukan kajian yang lebih mendalam. Sebab, terdapat berbagai faktor lain yang turut memengaruhi kondisi kesejahteraan masyarakat.

‎"Kami masih memerlukan kajian tersendiri untuk melihat secara detail bagaimana dampak ekonomi digital terhadap penurunan kemiskinan. Namun secara logika ekonomi, ketika pendapatan masyarakat meningkat dan daya beli naik, maka tingkat kemiskinan juga akan menurun," tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....