Greenmech 2026 di Bandung, Cetak Generasi Emas lewat Kompetisi STEAM Robotik

  • 25 Apr 2026 18:06 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Mempersiapkan Generasi Emas Indonesia yang berprestasi, Rumah Edukasi bersama Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) kembali menggelar Kompetisi Greenmech 2026. Ajang nasional berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) ini berlangsung di Kampus Unpar Bandung pada 25–26 April 2026, diikuti oleh 193 tim dengan total sekitar 600 peserta dari 8 provinsi di Indonesia.

Kompetisi Greenmech merupakan ajang sains, koding, dan robotik yang digelar oleh Rumah Edukasi sebagai perwakilan World Association GreenMech di Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelajar untuk mengasah kemampuan teknologi sekaligus kreativitas berbasis pendekatan STEAM.

Kompetisi ini diikuti oleh peserta dari 78 sekolah yang berasal dari berbagai daerah, termasuk Sumatera Utara dan Yogyakarta. Selain itu, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan akademisi.

Rektor Unpar Bandung, Prof. Ir. Tri Basuki Joewono, menyampaikan bahwa kolaborasi antara Unpar dan Rumah Edukasi bertujuan mengajak generasi muda memahami pentingnya STEAM. Ia menekankan bahwa peserta tidak hanya belajar coding, tetapi juga membangun kemampuan kerja sama dan komunikasi kreatif.

“Melalui kegiatan ini, kami menyiapkan generasi masa depan dengan mengembangkan misi kemanusiaan mereka. Mereka belajar toleransi, bekerja sama, dan menikmati proses melalui coding,” ujarnya, Sabtu 25 April 2026.

Dr. Muhammad Muchlas Rowi, Staf Khusus Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan Kemendikdasmen, menjelaskan bahwa kompetisi ini selaras dengan kebijakan pendidikan nasional, khususnya Permendikdasmen Nomor 13 yang menjadikan coding sebagai mata pelajaran pilihan.

Menurutnya, kompetisi seperti Greenmech menjadi ruang praktik nyata bagi siswa untuk mengembangkan computational thinking.

“Anak-anak dilatih memecahkan masalah, menyusun algoritma, dan membuat tahapan solusi. Ini penting untuk menghadapi tantangan masa depan,” jelasnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang turut mendampingi peserta dari daerahnya, menilai bahwa kompetisi ini menjadi solusi dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital.

Ia menekankan pentingnya peran orang tua dan pendidik dalam mengarahkan generasi muda agar bijak memanfaatkan teknologi.b“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan dan karakter yang kuat,” ujarnya.

Penyelenggara berharap semakin banyak sekolah dan siswa yang berpartisipasi dalam Greenmech di masa mendatang. Kompetisi ini diharapkan terus menjadi sarana pembelajaran kolaboratif dalam bidang STEAM, teknologi, dan digital, sekaligus memperkuat nilai toleransi dan kerja sama antar pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....