ITB: Indonesia Dapat Memitigasi Perubahan Iklim melalui Teknologi
- 04 Feb 2026 20:01 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID,Bandung - Dosen dan peneliti Kelompok Keahlian Biokimia dan Rekayasa Biomolekul, FMIPA ITB, Alfredo Kono, S.Si., M.Si., Ph.D., menilai mikroalga dapat menjadi solusi berbasis alam. Yaitu untuk mitigasi perubahan iklim.
Alfredo menegaskan bahwa mikroalga memiliki kemampuan alami menangkap karbon dioksida (CO₂) melalui fotosintesis dan mengonversinya menjadi biomassa. Sehingga itu berpotensi menjadi alternatif solusi cepat di tengah urgensi krisis iklim global.
"Indonesia memiliki keunggulan strategis karena karakter geografisnya sebagai negara maritim sekaligus kawasan cincin api. Kondisi tersebut menyediakan habitat mikroalga dengan mekanisme adaptasi ekstrem yang jarang dimiliki negara lain," katanya, Rabu 4 Februari 2026.
Baca Juga: Game Jam, Pemkab : Kolaborasi Teknologi Digital
Selain untuk penyerapan karbon, Alfredo menekankan pentingnya pendekatan ekonomi sirkular sehingga CO₂ yang ditangkap dapat diubah menjadi biomassa bernilai ekonomi tinggi. Produk turunan mikroalga mencakup lipid untuk biofuel, pigmen untuk industri kosmetik, serta karbohidrat unik yang berpotensi dikembangkan di bidang farmasi dan kesehatan.
Sebagai bentuk hilirisasi riset, tim ITB juga mengembangkan konsep phototank atau “pohon cair” yang memanfaatkan mikroalga sebagai sistem pembersih udara. Yaitu untuk dalam ruangan, yang estetik menyerupai furnitur dan memperindah interior.
Alfredo menekankan pentingnya data kuantitatif untuk memastikan kapasitas mikroalga dalam menyerap CO₂ dapat dijadikan rujukan kebijakan berbasis sains. "Kami sedang menghitung seberapa banyak mikroalga ini menangkap CO2 dengan peralatan yang sudah ada. Suatu saat kami berharap ini bisa menjadi standar," jelasnya.
Data tersebut yang bekerja sama dengan UGM. Itu diharapkan dapat mendukung pemerintah dalam perumusan kebijakan iklim, termasuk skema pajak karbon.
Alfredo optimistis Indonesia dapat memitigasi perubahan iklim melalui teknologi dalam negeri. Kekayaan biodiversitas lokal dinilai telah menyediakan solusi yang relevan. Untuk itu, dalam pengembangan mikroalga sebagai solusi iklim, diperlukan kolaborasi sains dasar, rekayasa, industri, dan kebijakan agar riset dapat bertransformasi menjadi inovasi yang berdampak luas bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....