ULBI Gelar Diskusi Penguatan Rantai Suplai dengan Perguruan Tinggi Asia Tenggara
- 11 Jun 2026 14:36 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI) menggelar Global Supply Chain Summer Camp, yang fokus membahas penguatan rantai pasokan perikanan, di Kampus ULBI Bandung Kamis 11 Juni 2026. Kegiatan diskusi ini, dihadiri oleh beberapa perwakilan perguruan tinggi negara Asia Tenggara.
Rektor ULBI Prof. I Nyoman Pujawan mengatakan, pihaknya ingin menumbuhkan iklim internasional di kampus ULBI. Hal itu untuk mendorong mahasiswa ULBI berkesempatan untuk belajar dan terbiasa dengan iklim nasional, serta menumbuhkan global mindset kepada mahasiswa.
"Jadi kita akan lakukan setiap tahunnya dan bila perlu nanti ya dari negara-negara yang lebih luas lagi, tidak hanya di Asia Tenggara. Isu yang dibahas kali ini fokus di Supplay perikanan,"ucap Rektor ULBI.

I Nyoman Pujawan juga mengatakan, Indonesia memiliki banyak komoditas bukan hanya perikanan. Diharapkan mahasiswa dapat bertukar ilmu maupun pengalaman melalui diskusi-diskusi untuk penguatan rantai pasokan perikanan, maupun lainnya.
ULBI ingin para mahasiswanya dapat berkembang. Ia juga mengungkapkan, mahasiswa juga membutuhkan kesempatan untuk kunjungan ke luar negeri.
" Dan isu-isu supply chainnya bukan hanya masalah di fish supply chain. Jadi bisa macam-macam nantinya,"ucapnya.
"Sekarang aja ada empat mahasiswa kita ke Bangkok, itu karena kita punya hubungan baik dengan mereka. Nah ini yang dari Bangkok datang ke sini, kita juga ngirim ke sana,"kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Head of Program Logistics and Internasional Shipping Faculty of Science, Universitas Tunku Abdul Rahman, Malaysia, Ts Dr Mohd Azam Bin Din mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurut dia, pembahasan diskusi kali ini sangat menarik.
Ia dan tim juga telah melakukan peninjauan lapangan ke daerah penyediaan perikanan di pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zaman Jakarta. Dari kunjungan itu, pihaknya melihat Indonesia mempunyai banyak sumber daya, terutama perikanan.
"Untuk saya sebagai orang Malaysia, ini pertama kali saya melihat tuna, karena di Malaysia kita tidak memiliki banyak ikan laut. Jadi ada aktivitas logistik yang menarik yang terlibat di daerah penyediaan, ini adalah sesuatu yang dapat kita pelajari oleh Malaysia, terkait dengan penyediaan di daerah penyediaan,"ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....