Halim Mahesa Putra, Ph.D. Diundang untuk Menghadiri Science X AI Summit 2026

  • 01 Jun 2026 14:53 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Pada 12 Mei 2026, Science x AI Summit 2026 yang diselenggarakan oleh SAIR Foundation. Sebagai salah satu konferensi dengan pengaruh akademik dan nilai strategis industri AI terbesar di dunia saat ini, acara ini menghadirkan sejumlah ilmuwan berlevel Nobel, Turing, dan Fields, serta para pemimpin inti bidang AI dari perusahaan teknologi seperti Google, Microsoft, OpenAI, Anthropic, dan NVIDIA.

Halim Mahesa Putra, Ph.D. juga diundang untuk menghadiri summit ini, di mana ia berkesempatan berdiskusi secara mendalam dengan institusi penelitian AI global, perwakilan industri, dan pihak investor internasional. Kehadirannya dianggap sebagai sinyal penting bahwa generasi baru pengusaha AI dari Asia mulai menembus lingkaran diskusi inti AI global.

Dalam sesi diskusi summit, Halim Mahesa Putra, Ph.D. menyatakan bahwa ke depan, faktor yang menentukan daya saing AI kemungkinan tidak lagi hanya soal ukuran model, melainkan kemampuan kolaboratif keseluruhan antara komputasi, algoritma, data, dan skenario industri. Pihak yang mampu benar-benar menerapkan AI ke industri nyata dan membantu menyelesaikan masalah dunia nyata, itulah yang berpeluang menempati posisi inti dalam tahap kompetisi AI berikutnya.

“Masa depan AI tidak lagi hanya ditentukan oleh ukuran model, tetapi oleh kemampuan mengintegrasikan komputasi, algoritma, data, dan penerapan industri secara menyeluruh. AI yang mampu menyelesaikan masalah nyata akan memiliki nilai terbesar bagi masyarakat dan industri,” ujar Halim Mahesa Putra, Ph.D.

Beliau menilai kemampuan penting AI masa depan meliputi analisis, penalaran, pengambilan keputusan, dan eksekusi tugas kompleks secara berkelanjutan. Dalam pengembangan AI Agent, AI akan menjadi asisten digital nyata yang mampu memecah tugas, memanfaatkan alat, dan bekerja kolaboratif.Hal ini menandai perubahan besar di sektor keuangan, kesehatan, riset, robotika, manufaktur, dan kendaraan otonom.

Selama konferensi, tim Halim Mahesa Putra, Ph.D. juga melakukan diskusi lebih lanjut dengan tim NVIDIA mengenai sumber daya komputasi AI, optimisasi arsitektur pelatihan, dan penerapan AI berskala industri.

Dilihat dari sinyal besar yang muncul dalam Science x AI Summit 2026, industri AI global sedang bergerak dari pendekatan lama yang bertumpu pada “penumpukan rekayasa teknis” menuju tahap baru yang lebih digerakkan oleh prinsip-prinsip ilmiah.

Seperti pesan utama yang disampaikan dalam konferensi ini, persaingan AI di masa depan kemungkinan tidak lagi sekadar tentang siapa yang memiliki model lebih besar, tetapi siapa yang mampu benar-benar memahami hakikat kecerdasan itu sendiri dan membawa AI masuk ke dunia nyata.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....