ITB, UI, Unhas Berkolaborasi dalam Pengabdian kepada Masyarakat

  • 02 Okt 2024 18:43 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Tim Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Hasanudin (Unhas) menyelenggarakan sosialisasi dan dialog kesiapsiagaan bencana di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Rangkaian kegiatan dilaksanakan pada awal September 2024 kemarin di Kecamatan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, dengan sasaran peserta siswa TK hingga SMA.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berfokus pada mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami, selaras dengan letak Kepulauan Selayar yang berdekatan dengan beberapa zona sumber gempa bumi, yaitu Sesar Selayar di sebelah timur Pulau Selayar, Sesar Kalaotoa di sebelah selatan Pulau Selayar, tepatnya di Kecamatan Pasilambena, serta Sesar Naik Busur Belakang Flores di selatan kabupaten. Seperti dilansir laman resmi ITB, Rabu (2/10/2024).

Sosialisasi dan simulasi tanggap bencana gempa bumi dilaksanakan untuk siswa SDI 112 Benteng Timur pada 4 September 2024 dan untuk siswa TK Kemala Bhayangkari 18 pada 5 September 2024.

Sosialisasi dilaksanakan melalui media buku “Anak Selayar Siaga Gempa!” yang penulisan hingga produksinya didanai oleh Program Pengabdian kepada Masyarakat Bottom-Up LPPM ITB tahun 2023 dan 2024. Isi buku dibawakan menggunakan metode story telling dan simulasi dilakukan dengan memperagakan langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh siswa saat terjadi gempa.

“Buku ini merupakan media edukasi bahaya gempa bumi di sekitar wilayah Kepulauan Selayar dengan memakai peristiwa gempa Desember 2021 tersebut sebagai latar cerita,” ucap Gabriella Alodia, S.T., M.Sc., Ph.D., anggota kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang merupakan dosen dari Teknik Geodesi dan Geomatika, ITB.

Buku “Anak Selayar Siaga Gempa!” dibuat menggunakan kosakata sederhana dengan aksen dan bahasa sehari-hari masyarakat Selayar dan Makassar. Dilengkapi dengan tampilan bercorak pop-up, buku ini semakin interaktif dan sesuai dengan dunia anak-anak.

“Kita ingin meningkatkan pemahaman anak, utamanya di tingkat sekolah dasar, terhadap potensi gempa bumi di sekitar area Kepulauan Selayar, apa yang harus dilakukan ketika gempa terjadi, hingga bagaimana cara mempersiapkan diri untuk menghadapi gempa bumi di masa depan,” pungkasnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....