Edukasi Nelayan Terkait Penggunaan Rumpon Portable ITB Bandung

  • 05 Jul 2026 19:25 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir tidak cukup hanya melalui penyediaan bantuan peralatan. Diperlukan inovasi teknologi yang sesuai dengan kondisi lapangan, mudah dioperasikan, serta dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Berangkat dari kebutuhan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama IPB University mengembangkan dan menerapkan teknologi rumpon portabel untuk mendukung peningkatan hasil tangkapan nelayan di Desa Kabetan, Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah.

Selain menerima bantuan peralatan, para nelayan memperoleh pelatihan mengenai pemasangan, pengoperasian, serta perawatan rumpon portabel. Mereka juga mendapatkan pendampingan dalam memanfaatkan alat tangkap yang lebih efektif dan ramah lingkungan. Pendekatan ini dilakukan agar teknologi yang dikembangkan tidak berhenti pada tahap penyerahan, melainkan dapat dioperasikan secara mandiri dan berkelanjutan oleh masyarakat.

Menurut Ketua Tim Pelaksana, Dr. Sri Raharno, tujuan program ITB terjun ke lapangan ini tidak hanya meningkatkan hasil tangkapan ikan. Tetapi itu juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan.

"Teknologi yang kami kembangkan harus dapat digunakan oleh masyarakat dalam kondisi nyata. Karena itu, kegiatan ini tidak hanya berupa penyerahan alat, tetapi juga pelatihan, pendampingan, dan implementasi langsung di lapangan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," ujar Dr. Sri kepada RRI, Minggu 5 Juli 2026.

Selain mendukung sektor perikanan, program ini turut mendorong pemanfaatan energi terbarukan melalui pemasangan lampu jalan tenaga surya. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan masyarakat sekaligus memperkenalkan pemanfaatan energi bersih di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses listrik.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat nelayan, program ini menunjukkan bagaimana hasil riset dan inovasi yang dikembangkan di lingkungan kampus dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat. "Rumpon portabel menjadi salah satu contoh implementasi rekayasa teknik yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat pesisir, mulai dari proses pengembangan di laboratorium hingga penerapannya di lapangan," ungkapnya.

Program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), antara lain melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, penguatan ketahanan pangan, pemanfaatan energi bersih, serta pengelolaan sumber daya laut yang lebih berkelanjutan. "Ke depan, teknologi dan model pendampingan yang dikembangkan di Desa Kabetan diharapkan dapat direplikasi di berbagai desa pesisir lainnya yang menghadapi tantangan serupa," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....