DPRD Jabar Dorong Penguatan Sektor Sapi Perah untuk Ketahanan Pangan
- 24 Jun 2026 15:11 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat menegaskan pentingnya menjaga kualitas susu melalui perhatian terhadap kesehatan sapi perah dan manajemen pakan yang sesuai standar kebutuhan ternak. Faktor kesehatan hewan dan ketersediaan pakan berkualitas menjadi fondasi utama dalam menghasilkan susu yang aman, sehat, dan bernilai tinggi bagi masyarakat.
Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Lina Ruslinawati, menyampaikan komitmen pihaknya untuk terus mendorong penguatan kebijakan serta dukungan anggaran dalam pengembangan sektor peternakan sapi perah. Menurutnya, langkah ini bukan hanya untuk meningkatkan kualitas produksi, tetapi juga memperkuat daya saing produk susu asal Jawa Barat di tingkat nasional.
Dalam kunjungan kerja ke UPTD Balai Pengembangan Ternak Sapi Perah dan Hijauan Pakan Ternak (BPTSP dan HPT) Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa 23 Juni 2026, Lina menekankan peran strategis UPTD sebagai pusat pengembangan sapi perah unggulan.
“UPTD BPTSP dan HPT Cikole dapat terus menjadi pusat pengembangan sapi perah unggulan serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk susu asal Jawa Barat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujarnya.
Kunjungan tersebut juga membahas berbagai upaya peningkatan kualitas produksi susu murni, mulai dari kesehatan ternak, proses sterilisasi, hingga pengembangan inovasi produk olahan susu. Inovasi ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi peternak sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat.
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Dadan Surya Negara, menilai kawasan hutan produksi memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan peternakan sapi perah. Menurutnya, ketersediaan hijauan pakan secara berkelanjutan menjadi kunci dalam menjaga kualitas sapi perah.
"Kualitas sapi perah itu sendiri tergantung pakan dan suplemen konsentrat yang diberikan. Apalagi akan lebih bagus jika diberi pakan alami secara berkelanjutan,” ungkap Dadan.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Budiwanto, menegaskan bahwa sapi perah memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan serta pemenuhan kebutuhan susu masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan produksi dengan melindungi sapi perah betina dari alih fungsi menjadi sapi potong.
“Sapi perah harus dijaga dan dikembangkan dengan baik. Kami juga menegaskan bahwa sapi perah betina tidak boleh dialihkan fungsinya menjadi sapi potong,” tegasnya.
Budiwanto juga menyoroti dampak kebijakan efisiensi anggaran terhadap UPTD BPTSP dan HPT Cikole. Meski menghadapi keterbatasan, ia berharap UPTD tetap mampu mengoptimalkan sumber daya yang ada, terutama dalam aspek kesehatan ternak, pelayanan pembibitan, dan pengembangan teknologi peternakan. Hal ini dinilai penting untuk menjaga produktivitas sapi perah di Jawa Barat.
“Efisiensi anggaran ini sangat berpengaruh ke UPTD, tetapi tetap harus mempertahankan dan mampu meningkatkan produktivitas sapi perah,” tutup Budiwanto. Dengan dukungan kebijakan, inovasi, serta komitmen DPRD, sektor peternakan sapi perah di Jawa Barat diharapkan semakin kokoh dalam menopang ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....