Bandung On Bike 2026 Gaungkan Mobilitas Ramah Lingkungan
- 18 Apr 2026 13:09 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026, komunitas Bandung On Bike akan menggelar kegiatan bersepeda massal yang melibatkan berbagai kalangan usia. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026 di Balai Kota Bandung.
Kegiatan ini menjadi ajang sosialisasi gerakan bersepeda sebagai bagian dari gaya hidup ramah lingkungan dan berkelanjutan. Peserta yang terlibat sangat beragam, mulai dari anak usia dini (2–7 tahun), pelajar tingkat SMP melalui kampanye Bike to School, hingga komunitas umum yang mendorong penggunaan sepeda dalam aktivitas sehari-hari.
Ketua Pelaksana Bandung On Bike, Saiful Rahman, menyebutkan bahwa lebih dari 1.500 pesepeda ditargetkan ambil bagian dalam kegiatan ini.
“Selain memperingati Hari Bumi, kami menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan seperti unsupported ride dengan rute tertentu, pameran sepeda dan lingkungan, serta talk show mengenai mobilitas berkelanjutan dan isu persampahan,” ujar Saiful, Sabtu 18 April 2026.
Ia menjelaskan, terdapat dua kategori utama dalam kegiatan bersepeda, yakni City Adventure sejauh 100 kilometer dan City Tour sejauh 60 kilometer. Khusus untuk rute 60 kilometer, peserta juga akan diajak melakukan aksi kebersihan di beberapa titik yang telah ditentukan.
Selain itu, kegiatan ini juga ramah keluarga dengan menghadirkan kategori push bike bagi anak usia dini. Bahkan, lansia turut diundang untuk berpartisipasi dalam berbagai aktivitas yang dipusatkan di lokasi acara.
Rute perjalanan akan diumumkan dua hari sebelum pelaksanaan sebagai bagian dari kejutan bagi peserta. Rute 100 kilometer dirancang lebih menantang dengan kontur menanjak, sementara rute 60 kilometer relatif datar dan berada di dalam kota.
Untuk menjaga kenyamanan dan keamanan, jumlah peserta dibatasi, masing-masing 100 orang untuk kategori 100 kilometer dan 150 orang untuk kategori 60 kilometer. Pelepasan peserta juga akan dilakukan secara bertahap guna menghindari kemacetan lalu lintas.
“Peserta wajib mematuhi aturan lalu lintas, berhenti saat lampu merah, dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, Bandung On Bike juga mengusung konsep ramah lingkungan dengan pengelolaan sampah terpadu. Program ini melibatkan Diet Plastik Indonesia dalam pengurangan kemasan sekali pakai. Sampah organik akan dikelola oleh komunitas Nga Daur menggunakan maggot, sementara sampah anorganik akan didaur ulang oleh Plastafal. Adapun sampah residu akan ditangani oleh mitra lainnya, sehingga diharapkan tidak ada sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
Sementara itu, Ketua Bike to Work Bandung, Andi, menyoroti tantangan infrastruktur sepeda di Kota Bandung. Menurutnya, meskipun telah ada jalur sepeda berdasarkan Peraturan Wali Kota Bandung Nomor 47 Tahun 2022, namun kondisi di lapangan masih belum optimal.
“Banyak jalur sepeda yang hilang, rusak, atau digunakan untuk parkir liar. Tantangan utama tetap pada infrastruktur,” ujarnya.
Ia menambahkan, budaya bersepeda di Bandung sebenarnya cukup kuat dan didukung oleh tingkat toleransi pengguna jalan yang relatif baik dibandingkan kota besar lain. Namun demikian, masih diperlukan peningkatan kualitas jalan serta integrasi dengan transportasi umum.
“Ke depan, kami berharap tersedia shelter sepeda yang aman dan terintegrasi dengan layanan transportasi seperti BRT, sehingga masyarakat semakin mudah beralih ke moda transportasi ramah lingkungan,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....