Pemkot Bandung Tingkatkan Disiplin Petugas Kebersihan "Sesapu Bandung"
- 18 Apr 2026 11:23 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat upaya menjaga kebersihan kota melalui peningkatan kedisiplinan petugas kebersihan di lapangan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui kegiatan “Sesapu Bandung” yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk camat dan lurah, untuk turun langsung membersihkan wilayah masing-masing.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara serentak sejak dini hari guna memastikan kebersihan kota sebelum aktivitas masyarakat dimulai.
“Karena itu, kegiatan dimulai pukul 04.00 pagi secara serentak. Harapannya sekitar pukul 05.30 sampai 06.00, seluruh wilayah sudah dalam kondisi bersih,” ujar Darto, Sabtu 18 April 2026.
Menurutnya, langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga citra Kota Bandung, khususnya dalam menyambut wisatawan dan aktivitas warga sehari-hari. Dengan kondisi kota yang sudah bersih sejak pagi, diharapkan masyarakat dapat merasakan kenyamanan sejak awal hari.
“Tujuannya untuk memastikan Kota Bandung bersih. Sebelum wisatawan menikmati kota, kita sudah memastikan kondisi kota dalam keadaan bersih,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan sekitar 60 kepala OPD, termasuk jajaran kecamatan. Seluruh perangkat daerah diwajibkan berpartisipasi aktif dalam kegiatan bersih-bersih di wilayahnya masing-masing sebagai bentuk tanggung jawab bersama terhadap kebersihan kota.
Saat ini, program tersebut masih dalam tahap uji coba atau sampling. Ke depan, Pemkot Bandung berencana mengembangkan sistem pemantauan berbasis digital untuk memastikan kinerja petugas kebersihan dapat terpantau secara lebih akurat dan transparan.
“Sistem pemantauan digital seperti ini sangat penting untuk menjaga kebersihan kota,” ucapnya.
Ia menekankan, dalam kegiatan penyapuan jalan, ketepatan waktu menjadi faktor yang sangat krusial. Perbedaan waktu satu jam saja dapat memberikan dampak signifikan terhadap persepsi masyarakat terhadap kebersihan kota.
“Jika bersih pukul 05.30, masyarakat belum banyak beraktivitas sehingga kota terlihat bersih. Namun jika pukul 06.30 baru bersih, masyarakat sudah lebih dulu melihat kondisi jalan yang kotor. Itu sangat berdampak pada citra kota,” jelasnya.
Darto menambahkan, pada dasarnya kegiatan penyapuan jalan sudah rutin dilakukan setiap hari. Namun, untuk aksi “Bebersih Bandung” yang digelar setiap Minggu, saat ini masih dalam tahap evaluasi untuk menentukan apakah dapat dijadikan program rutin ke depannya.
Ia juga menegaskan bahwa program ini bukan sepenuhnya hal baru. Kegiatan serupa telah beberapa kali dilakukan sebelumnya, namun kini diperkuat dengan penyesuaian waktu pelaksanaan yang dimulai lebih awal, yakni sejak pukul 04.00 pagi.
" Dengan langkah ini, berharap dapat menciptakan lingkungan kota yang lebih bersih, nyaman, dan tertata, sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif seluruh elemen pemerintahan dalam menjaga kebersihan secara berkelanjutan," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....