Proses Mudah, Bank Muamalat Perkenalkan Layanan Perencanaan Haji ke Karyawan RRI
- 22 Sep 2026 14:03 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Bank Muamalat Indonesia, sebagai salah satu bank syariah yang memiliki fokus pada layanan ekosistem haji, memberikan sosialisasi produk perbankan dan layanan haji kepada karyawan Radio Republik Indonesia (RRI) Bandung, Selasa 22 September 2026.
Dalam sosialisasi tersebut, Bank Muamalat memperkenalkan pilihan pendataran haji reguler maupun haji khusus, termasuk fasilitas pembiayaan dan perencanaan pelunasan biaya haji.
Region Head Jabarkal 1 Jabar dan Kalimantan 1 Bank Muamalat, Erick Ermawan, mengatakan haji merupakan rukun Islam kelima yang menjadi kewajiban bagi umat Islam yang mampu. Karena itu, calon jemaah dianjurkan mempersiapkan pendaftaran dan pembiayaan haji sejak dini.
"Alhamdulillah, hari ini Bank Muamalat berkesempatan hadir di RRI Bandung untuk melakukan sosialisasi produk perbankan kami kepada seluruh karyawan RRI Bandung. Kami juga menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada RRI Bandung yang telah memberikan kesempatan menyampaikan sosialisasi tersebut," ucapnya.
Menurutnya, calon jemaah dapat memilih haji reguler dengan masa tunggu sekitar 26 tahun atau haji khusus dengan masa tunggu sekitar delapan tahun. Dari sisi biaya pendaftaran porsi, haji reguler sekitar Rp25 juta, sedangkan haji khusus sebesar 4.000 dolar AS atau sekitar Rp70 juta berdasarkan nilai saat ini.
"Bagaimana jika saya belum memiliki Rp25 juta maupun Rp70 juta untuk mendaftar, Bank Muamalat menyediakan fasilitas talangan sebesar 4.000 dolar AS untuk pendaftaran haji khusus. Untuk haji reguler, kami bekerja sama dengan ACC Syariah dan Amitra menyediakan fasilitas talangan pula," katanya.
Erick menjelaskan, proses pendaftaran juga relatif mudah. Bagi calon jemaah yang telah memiliki dana porsi haji reguler, pendaftaran dapat dilakukan melalui Bank Muamalat maupun aplikasi mobile banking Muamalat DIN.
Sementara itu, pendaftaran haji khusus dengan dana 4.000 dolar AS dilakukan melalui mitra perjalanan haji khusus dan belum dapat dilakukan melalui aplikasi Muamalat DIN.
"Kami mengajak calon jemaah untuk mendaftar sedini mungkin. Haji adalah ibadah fisik, sehingga sangat dianjurkan berangkat saat usia masih muda," ucapnya.
Selain mempersiapkan dana untuk mendapatkan porsi haji, calon jemaah juga perlu memikirkan biaya pelunasan yang harus disiapkan menjelang keberangkatan.
Erick mengatakan, Bank Muamalat menawarkan produk perencanaan berbasis emas, seperti Solusi Emas Hijrah atau Cicilan Emas, yang dapat dimanfaatkan untuk mempersiapkan kebutuhan pelunasan biaya haji secara bertahap.
"Artinya, pelunasan haji kini dapat dipersiapkan dengan menabung emas secara bertahap. Kami memiliki produk bernama Solusi Emas Hijrah atau Cicilan Emas," katanya.
Ia mencontohkan perubahan kebutuhan emas untuk biaya pelunasan haji dari waktu ke waktu. Pada 1997, biaya pelunasan haji sekitar Rp8 juta dengan harga emas Rp27 ribu per gram, sehingga membutuhkan sekitar 296 gram emas. Pada 2007, biaya pelunasan sekitar Rp26 juta dengan harga emas Rp200 ribu per gram atau sekitar 130 gram.
Kemudian pada 2017, biaya pelunasan sekitar Rp34 juta dengan harga emas Rp596 ribu per gram, sehingga membutuhkan sekitar 57 gram. Sementara pada 2026, dengan biaya pelunasan sekitar Rp54 juta dan harga emas Rp2,8 juta per gram, kebutuhan emas sekitar 19 gram.
"Untuk itu, kami menawarkan produk perencanaan pelunasan haji berbasis logam mulia atau emas," katanya.
Erick menambahkan, perbedaan masa tunggu antara haji reguler dan haji khusus menjadi salah satu pertimbangan calon jemaah dalam menentukan pilihan. Dengan masa tunggu sekitar 26 tahun, seseorang yang mendaftar haji reguler pada usia 55 tahun secara perhitungan dapat baru berangkat sekitar usia 81 tahun.
Sementara haji khusus dengan masa tunggu sekitar delapan tahun memungkinkan calon jemaah berangkat sekitar usia 63 tahun. "Jika usia 26 tahun mendaftar haji reguler, berangkat di usia 52 tahun. Jika haji khusus, berangkat di usia 34 tahun. Tentu kondisi fisik akan jauh berbeda dibandingkan berangkat lebih muda," katanya.
Ia menyebut, total biaya pelunasan haji khusus saat ini dapat mencapai lebih dari 10.000 dolar AS, sedangkan pelunasan haji reguler berada di kisaran Rp56 juta. Besaran biaya tersebut dapat berubah sesuai ketentuan dan kebijakan penyelenggaraan ibadah haji.
Menurut Erick, selama ini masyarakat lebih banyak memilih haji reguler karena pertimbangan biaya. Namun, semakin panjangnya masa tunggu haji reguler membuat sebagian calon jemaah mulai mempertimbangkan haji khusus.
"Kepada seluruh pendengar Radio Republik Indonesia, saya Erick Hermawan, Kepala Wilayah Bank Muamalat Jawa Barat dan Kalimantan Satu, mengajak Bapak, Ibu, dan hadirin sekalian untuk mendaftar haji sedini mungkin saat usia masih muda. Fisik yang kuat sangat mendukung pelaksanaan ibadah haji," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....