Siti Muntamah; Ini 4 PR Kota Bandung jelang HUT ke-216
- 22 Sep 2026 11:33 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID Bandung – Jelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-216 Kota Bandung, anggota DPRD Jawa Barat, Siti Muntamah, mengungkap empat pekerjaan rumah (PR) yang masih perlu menjadi perhatian Pemerintah Kota Bandung. Empat persoalan tersebut meliputi pengelolaan sampah, tata kota dan kemacetan, pengangguran, serta berbagai persoalan sosial yang muncul di tengah kepadatan penduduk Kota Bandung.
Siti mengatakan, momentum ulang tahun daerah seharusnya tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga menjadi waktu untuk melihat perubahan yang terjadi dari tahun sebelumnya.
“Ulang tahun sebuah daerah itu memang diperingati setiap tahun, tetapi tentu saja yang kita soroti adalah apa yang sudah berubah dari Kota Bandung dari tahun kemarin dan tahun ini. Perubahan baik tentu saja, perubahan yang bisa membawa masyarakat Kota Bandung lebih nyaman tinggal di kotanya,” Ujar Siti Muntamah Selasa 22 September 2026.
Sampah Jadi PR Besar
Siti menempatkan persoalan sampah sebagai salah satu PR penting Kota Bandung. Terlebih, Jawa Barat telah menyampaikan rencana penutupan TPA Sarimukti secara penuh pada Oktober mendatang.
“Tentu saja bagi kota-kota yang biasa membuang sampahnya di Sarimukti harus berbenah betul, dan salah satunya adalah Kota Bandung yang penduduknya padat,” ujarnya.
Ia menyebut Kota Bandung memiliki sekitar 2,6 juta penduduk, 151 kelurahan, 30 kecamatan, dan 1.597 RW. Kondisi tersebut, kata Siti, membuat pengelolaan sampah perlu mendapat perhatian serius.
“Saya pikir harus berbenah bagaimana sampah selesai di kota. Itu menjadi PR yang menurut saya penting,” katanya.
Tata Kota dan Kemacetan
PR kedua yang disoroti Siti adalah tata kota, termasuk persoalan kemacetan akibat berbagai pembangunan yang tengah berlangsung. “Saya melihat Kota Bandung perlu terus menata dirinya supaya tetap menjadi kota yang nyaman,” katanya.
Menurutnya, penataan Kota Bandung harus tetap diarahkan agar masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman. “Saya pikir ini harus tetap dipantau supaya, satu, tidak mengganggu arus jalan yang kedua, aman buat masyarakat yang sedang berjalan,” lanjutnya.
Pengangguran
Persoalan berikutnya adalah pengangguran. Siti menilai kenyamanan sebuah kota juga ditentukan oleh adanya kesempatan masyarakat, khususnya anak muda, untuk memperoleh pekerjaan.
“Apa pun yang namanya kota yang nyaman itu bagi anak muda dan masyarakat di daerah tersebut harus memiliki kesempatan mendapatkan kemudahan di dalam mengakses pekerjaan,” ujarnya.
Menurut Siti, status Bandung sebagai kota kreatif perlu diikuti dengan kemampuan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat. “Apalagi Kota Bandung kan dikenal sebagai kota kreatif. Kreativitasnya ini tentu saja harus bisa menjawab kebutuhan-kebutuhan pekerjaan dari masyarakat Kota Bandung,” katanya.
Persoalan Sosial
PR keempat yang disoroti Siti adalah persoalan sosial. Ia menilai kepadatan penduduk dan keterbatasan wilayah Kota Bandung turut menghadirkan sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian pemerintah.
“Artinya bahwa ada kasus-kasus sosial yang tentu saja harus menjadi catatan Kota Bandung, di antaranya perceraian, kekerasan terhadap anak, pernikahan anak, hingga stunting." ungkapnya
Selain empat persoalan tersebut, Siti juga mengingatkan kebutuhan dasar masyarakat berupa air bersih. Menurutnya, Kota Bandung tidak memiliki sumber air yang mencukupi sehingga masih bergantung pada daerah lain.
“Kota Bandung itu kan juga kota yang tidak punya sumber air, sehingga airnya tetap minta ke daerah lain. Sementara penduduknya jumlahnya banyak dan kebutuhan dasar setiap hari selain udara bersih juga air bersih,” ujarnya.
Siti berharap berbagai persoalan tersebut dapat dijawab bersama oleh seluruh pemangku kebijakan di Kota Bandung. “Rumah nyaman, lingkungannya kondusif, tidak macet, terus kemudian rezeki gampang dicari, Tentu saja ini PR-PR yang harus dijawab oleh semua pemangku kebijakan yang ada di Kota Bandung,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....