OJK Jabar Dorong Penguatan Ekonomi Kuningan

  • 02 Jan 2026 08:24 WIB
  •  Bandung

KBRN,Bandung: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam mendorong inklusi keuangan, pemberdayaan UMKM, dan akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala OJK Jawa Barat, Darwisman, didampingi Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib, saat audiensi bersama Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dan jajaran perangkat daerah di Ruang Rapat Linggarjati, Setda Kabupaten Kuningan.

Darwisman menegaskan, Kuningan memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas unggulan, baik sektor pertanian maupun non-pertanian. Identifikasi komoditas strategis seperti ubi jalar, kopi, sapi perah, hingga produk olahan khas daerah seperti tape ketan dan opak bakar menjadi landasan penting penyusunan program berkelanjutan. “Pendekatan berbasis komoditas unggulan akan memperkuat ekosistem usaha dari hulu hingga hilir, sehingga UMKM Kuningan dapat tumbuh lebih tangguh dan adaptif,” ujar Darwisman, dalam keterangan tertulis yang diterima RRI, Jumat (2/1/2026).

Baca juga:Darwisman: Indramayu Punya Peran Strategis Sebagai Sentra Pangan

Sebagai tindak lanjut, OJK mendorong pelaksanaan program business matching yang mempertemukan offtaker dengan pelaku UMKM guna memastikan kepastian pasar bagi produk unggulan Kuningan. Skema kemitraan ini diharapkan menghubungkan UMKM dengan pembeli besar, distributor, maupun industri pengolahan.

Dari sisi intermediasi keuangan, OJK menekankan pentingnya perluasan akses pembiayaan yang terjangkau dan berkualitas. Hingga 30 November 2025, total kredit yang disalurkan di Kabupaten Kuningan mencapai Rp17,12 triliun. Penyaluran kredit UMKM sebesar Rp4,73 triliun dengan 121.785 rekening. Dengan jumlah pelaku UMKM mencapai 561.514, tingkat pemanfaatan pembiayaan baru sekitar 21,69 persen, yang menunjukkan ruang peningkatan akses keuangan masih terbuka lebar.

Selaras dengan penguatan pembiayaan, Kuningan dinilai berpotensi dikembangkan sebagai Kawasan Pengembangan Swasembada Pangan dan Air, dengan komoditas utama padi, sapi perah, dan pisang Cavendish. Kuningan juga ditetapkan sebagai sentra produksi domba dengan output 3.429 ton per tahun, menjadikannya wilayah strategis dalam mendukung ketahanan pangan Jawa Barat.

Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menambahkan penguatan akses pembiayaan perlu dibarengi pendampingan usaha, peningkatan literasi keuangan, serta optimalisasi peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyambut baik dukungan OJK. “Kami berterima kasih atas dukungan OJK. Pertemuan ini memberikan arah jelas bagi kami dalam mengembangkan komoditas unggulan Kuningan. Kami akan menyesuaikan dengan kondisi lokal serta menyusun program konkret, termasuk pemanfaatan KP2B seluas 33 ribu hektare dan 32 ribu hektare Lahan Baku Sawah untuk mendukung ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

Dengan sinergi ini, OJK Jawa Barat berharap Kabupaten Kuningan dapat menjadi motor penggerak ekonomi inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian target pertumbuhan ekonomi Jawa Barat sebesar 7,95 persen pada 2029.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....