OJK Jabar Ajak Pelajar Jadi Generasi Cerdas Finansial
- 08 Jul 2026 10:16 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat mengajak para pelajar SMA/SMK untuk menjadi generasi cerdas finansial, mampu mengelola keuangan secara bijak, serta memiliki karakter kuat menghadapi disrupsi era digital. Ajakan ini ditegaskan Kepala OJK Jawa Barat, Darwisman, dalam Workshop Literasi Keuangan bagi Pelajar yang digelar bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Jawa Barat di Bandung.
Kegiatan yang diikuti sekitar 200 peserta secara luring dan 300 peserta secara daring ini menghadirkan pelajar SMA/SMK dari berbagai daerah serta perwakilan perangkat daerah. Workshop menjadi ruang belajar interaktif yang menggabungkan edukasi finansial dengan penguatan budaya daerah.
Selain sesi literasi keuangan, rangkaian acara juga menampilkan pentas seni dan budaya oleh pelajar. Hal ini menegaskan bahwa pembelajaran finansial dapat berjalan seiring dengan penguatan identitas budaya, sehingga generasi muda tidak hanya cerdas secara finansial tetapi juga berkarakter dan berbudaya.
Kepala Dispusipda Jawa Barat, Kusmana Hartadji, menekankan pentingnya membekali generasi muda dengan berbagai literasi, termasuk literasi keuangan dan literasi budaya. “Generasi muda Jawa Barat harus gemar belajar, mencintai budaya, serta mampu mengelola keuangan dengan baik,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima RRI, Rabu 8 Juli 2026.
Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Siti Muntamah, menambahkan bahwa literasi keuangan merupakan bekal penting menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan era digital. Ia mengingatkan agar pelajar mampu merencanakan masa depan dengan baik dan tidak mudah terpengaruh tren konsumtif.
Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Jawa Barat, Nanin Taryana, mengajak pelajar memanfaatkan masa muda untuk membangun prestasi, kompetensi, dan karakter. “Generasi muda Jawa Barat harus produktif, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tuturnya.
Dalam sesi edukasi, Darwisman menekankan pentingnya kebiasaan keuangan sehat sejak dini, seperti pencatatan keuangan, penyusunan prioritas kebutuhan, dan menabung secara rutin. Ia mengingatkan agar pelajar tidak terjebak pola pikir YOLO dan FOMO yang memicu perilaku konsumtif. “Mulailah dengan prinsip sederhana, yaitu sisihkan, bukan sisakan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Darwisman mengingatkan penerapan prinsip 2L, yakni Legal dan Logis, sebelum menggunakan produk keuangan. Ia juga menekankan kewaspadaan terhadap penipuan, investasi ilegal, dan pinjaman online ilegal. Melalui kegiatan ini, OJK Jawa Barat bersama Pemerintah Daerah menargetkan lahirnya generasi cerdas finansial, berkarakter, berbudaya, dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....