Pemerintah Jaga Keberlangsungan Radio di Tengah Gempuran Digital

  • 08 Feb 2026 14:08 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlangsungan ekosistem radio agar tidak mengalami penyusutan, bahkan mati, di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Dukungan pemerintah dinilai krusial agar dunia penyiaran, khususnya radio, tetap tumbuh, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan bahwa keberlanjutan radio tidak bisa dilepaskan dari peran aktif pemerintah, baik melalui kebijakan strategis maupun keberpihakan politik anggaran. Menurutnya, tanpa dukungan yang memadai, ekosistem penyiaran berpotensi tergerus oleh perubahan pola konsumsi media di era digital.

“Support dari pemerintah sekarang ini terhadap radio sangat penting agar ekosistemnya jangan sampai mengecil dan mati. Ekosistem dunia penyiaran harus tetap berkembang. Kuncinya ada dua, salah satunya adalah pengembangan sumber daya manusia,” ujar Farhan saat ditemui di kawasan Cihampelas Walk, Kota Bandung, Minggu 8 Februari 2026.


Baca Juga: OTT Berulang Bea Cukai karena Penyimpangan Institusional Dibiarkan


Farhan menjelaskan, peningkatan kapasitas dan kompetensi insan radio menjadi faktor utama agar radio mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi tanpa kehilangan karakter dan fungsinya sebagai media informasi publik. Selain SDM, ia menekankan pentingnya dukungan kebijakan anggaran yang berpihak pada industri penyiaran.

Ia mengungkapkan, dirinya sempat berdiskusi dengan Ketua Komisi Penyiaran Daerah (KPID) Jawa Barat mengenai pentingnya keberpihakan politik anggaran dalam menjaga keberlangsungan radio dan lembaga penyiaran lainnya.

“Keberpihakan politik anggaran itu menjadi sangat penting. Namun, pada saat yang bersamaan, kita juga harus tetap patuh terhadap berbagai regulasi yang diterapkan oleh KPID serta Balai Monitor (Balmon) Kementerian Komunikasi dan Informatika,” jelasnya.

Selain kepatuhan terhadap regulasi, Farhan menilai insan penyiaran juga dituntut untuk peka terhadap dinamika sosial dan isu-isu yang berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, radio memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang menyejukkan, berimbang, dan bertanggung jawab.

Ia mencontohkan peran radio dalam menjaga kondusivitas Kota Bandung saat terjadi situasi rawan. Pada saat terjadi kerusuhan beberapa waktu lalu, radio dimanfaatkan sebagai salah satu sarana komunikasi publik untuk meredam situasi dan mencegah penyebaran informasi provokatif.

“Saya bersama Polresta Kota Bandung dan Kodim Kota Bandung pada 29–31 Agustus lalu, ketika terjadi kerusuhan, menggunakan radio sebagai salah satu platform untuk menenangkan masyarakat agar tidak terpengaruh oleh hal-hal yang provokatif,” ungkapnya.

Menurutnya, hingga saat ini radio masih memiliki kekuatan besar sebagai media komunikasi publik yang cepat, dipercaya, dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk kelompok yang belum sepenuhnya terakses oleh media digital.

“Dalam kondisi darurat, radio justru menjadi media yang sangat efektif karena informasinya cepat, mudah diakses, dan dipercaya oleh masyarakat,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....