Disnaker Kota Bandung Beberkan Program Strategis 2026
- 03 Feb 2026 13:23 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung memastikan sejumlah program ketenagakerjaan strategis tetap digulirkan pada tahun 2026. Program tersebut meliputi padat karya, job fair tingkat kecamatan, serta berbagai pelatihan peningkatan kompetensi yang bersumber dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, dan hasil reses.
Kepala Disnaker Kota Bandung Andri Darusman menyampaikan, secara garis besar program ketenagakerjaan tahun 2026 tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya. Namun demikian, terdapat sejumlah peningkatan, terutama pada sektor pelatihan sumber daya manusia (SDM).
“Hampir sama dengan tahun 2025. Ada program padat karya, job fair tingkat kecamatan, serta pelatihan-pelatihan yang bersumber dari Musrenbang, Pokir, dan Reses. Jadi secara garis besar masih sama,” ujar Andri, Selasa 3 Februari 2026.
Ia menjelaskan, peningkatan paling signifikan terjadi pada program pelatihan. Hal ini sejalan dengan aspirasi masyarakat yang banyak mengusulkan penguatan kualitas SDM, baik dari sisi kompetensi keahlian maupun pengembangan soft skill.
Baca juga : Daging Ayam di Pasar Kosambi Stabil Jelang Ramadan
Menurutnya, melalui usulan Pokir DPRD, masyarakat menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kemampuan tenaga kerja agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia usaha dan industri. Untuk tahun 2026, Disnaker menargetkan sekitar 18 ribu peserta mengikuti berbagai program pelatihan.
Selain pelatihan, program padat karya juga tetap menjadi salah satu andalan dalam menyerap tenaga kerja. Disnaker mencatat, program ini mampu menyerap sekitar 8.100 tenaga kerja dalam satu tahun.
“Padat karya ada sekitar 8.100 penyerapan tenaga kerja dalam setahun. Itu belum termasuk pelatihan reguler lainnya seperti pelatihan bahasa dan teknologi informasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, meskipun peningkatan program tidak terlalu besar dibandingkan tahun sebelumnya, Disnaker optimistis langkah ini dapat memberikan dampak positif terhadap penurunan angka pengangguran di Kota Bandung.
“Ada peningkatan meskipun tidak terlalu besar. Mudah-mudahan tingkat pengangguran tahun depan bisa turun lagi,” tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....