Pemkot Bandung Buka Peluang Investor Bangun Gedung Parkir di Koridor BRT

  • 23 Jul 2026 10:57 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung membuka peluang bagi investor untuk berpartisipasi dalam pembangunan gedung parkir di sepanjang koridor Bus Rapid Transit (BRT). Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan BRT sekaligus mendukung kelancaran sistem transportasi massal di Kota Bandung.

‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan pemerintah mengundang para investor yang berminat untuk membangun fasilitas parkir di sejumlah titik strategis di sepanjang jalur BRT.

‎ "Itu diundang banyak orang untuk berminat membangun gedung parkir. Kenapa? Karena sepanjang jalur BRT ini tidak boleh ada PKL, tidak boleh ada parkir, jadi semua dipindahkan," ujar Farhan, Kamis 23 Juli 2026.

‎Menurut Farhan, keberadaan gedung parkir menjadi bagian penting dalam mendukung operasional BRT. Nantinya, kendaraan pribadi diharapkan dapat diparkir di lokasi yang telah disediakan sehingga pengguna dapat melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan massal.


‎Selain membuka peluang investasi, Pemkot Bandung juga memastikan komitmennya terhadap skema Public Service Obligation (PSO) atau subsidi operasional BRT. Farhan menyebut dukungan anggaran tersebut telah direncanakan sejak program BRT dicanangkan pada 2024.

‎"Kalau PSO itu sudah jadi komitmen dari awal. Sejak 2024 program ini dicanangkan, Pemerintah Kota Bandung sudah siap. Di tahun pertama sebesar 36 persen, kemudian di tahun kedua menjadi 42 persen," katanya.

‎Ia menilai porsi dukungan anggaran tersebut merupakan langkah yang adil mengingat Kota Bandung akan menjadi wilayah dengan pemanfaatan terbesar dari layanan BRT. Penganggaran juga mulai disiapkan pada 2026, termasuk untuk mendukung pembangunan infrastruktur pendukung.

‎Terkait tarif BRT, Farhan mengaku masih memperjuangkan agar biaya yang dibebankan kepada masyarakat tetap terjangkau. Ia berharap tarif perjalanan dapat ditetapkan sebesar Rp7.000.

‎"Itu belum tahu. Saya lagi berjuang supaya tarifnya Rp7.000 saja. Rp7.000 itu kalau dibandingkan angkot di Bandung sekarang yang sekitar Rp10.000, tentu akan lebih terjangkau," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....