DPD RI, BRT Dinilai Jadi Contoh Daerah Lain
- 02 Feb 2026 14:29 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Wakil Ketua Komite IV DPD RI, Novita Anakotta, mengapresiasi berbagai program yang dijalankan Pemerintah Kota Bandung, termasuk rencana pembangunan Bus Rapid Transit (BRT). Menurutnya, sejumlah program strategis tersebut berpotensi menjadi percontohan bagi daerah lain di Indonesia.
“Kami sangat mengapresiasi program-program Pemerintah Kota Bandung, termasuk rencana pembangunan BRT. Program-program ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” ujar Novita usai melakukan kunjungan kerja Komite IV DPD RI ke Balai Kota Bandung, Senin 2 Februari 2026.
Novita menjelaskan, kunjungan kerja tersebut diikuti oleh anggota Komite IV DPD RI dari berbagai provinsi. Oleh karena itu, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pengawasan, tetapi juga sarana pembelajaran antardaerah.
“Kami berasal dari berbagai provinsi, sehingga kunjungan ini menjadi semacam ATM: Amati, Tiru, dan Modifikasi. Apa yang berhasil di Bandung bisa disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing, karena setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda,” katanya.
Ia menilai, perencanaan transportasi massal seperti BRT sangat penting dalam menjawab persoalan mobilitas perkotaan, kemacetan, serta mendukung pembangunan berkelanjutan. Dengan perencanaan yang matang, program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan transportasi publik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Juga: DPD RI Implementasi UU Cipta Kerja Di Bandung
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnaen, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bandung telah melakukan sejumlah langkah konkret terkait rencana pengembangan BRT. Salah satunya melalui koordinasi intensif dengan pemerintah pusat.
“Sudah dilakukan rapat dengan pemerintah pusat. Saat ini sudah ada kontrak untuk rehabilitasi shelter BRT,” ungkap Iskandar.
Ia menambahkan, untuk perencanaan jalur BRT, saat ini masih dalam proses penyusunan oleh konsultan. Ditargetkan, perencanaan tersebut dapat rampung pada akhir Februari 2026. Adapun proses lelang, menurutnya, sudah mulai berjalan.
“Untuk jalur BRT, perencanaan oleh konsultan diperkirakan selesai akhir Februari, sementara proses lelang sudah berjalan,” jelasnya.
Terkait kesiapan armada, Iskandar mengakui bahwa informasi secara detail masih menunggu penyelesaian Detail Engineering Design (DED) secara menyeluruh. Dokumen DED tersebut menjadi acuan penting dalam menentukan berbagai aspek teknis pembangunan BRT.
“DED ini penting karena berkaitan dengan titik-titik jalur, termasuk lokasi yang bersinggungan dengan aktivitas usaha dan parkir,” tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....