Jejak Seniman Sunda Menembus Lima Benua
- 31 Jan 2026 18:14 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung: Budaya menjadi cerminan jati diri bangsa yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Salah satunya melalui peran seniman yang konsisten memperkenalkan kesenian daerah ke tingkat dunia.
Komitmen tersebut tercermin dalam program Obrolan Budaya Pro 4 yang disiarkan RRI Bandung Live bersama RRI Bogor dan RRI Cirebon, dengan menghadirkan dosen seni pertunjukan ISBI Bandung, Yoyon Darsono, yang telah menjelajahi lima benua lewat kesenian Sunda.
Dalam perbincangan tersebut, Yoyon Darsono memperkenalkan dirinya sebagai seniman Sunda asal Darmaraja, Sumedang, yang telah hampir 40 tahun mengabdi sebagai pengajar seni di ISBI Bandung.
Yoyon mengungkapkan, ketertarikannya pada seni tradisional tumbuh sejak kecil melalui lingkungan keluarga yang akrab dengan musik Sunda, seperti kecapi, suling, dan piul, kata Yoyon saat mengenang masa kecilnya.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi fondasi kuat yang membentuk dirinya hingga menempuh pendidikan seni secara linier, mulai dari SMKI Bandung, ASTI Bandung, hingga melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi seni di dalam dan luar Jawa Barat.
“Dari keluarga, kemudian masuk ke lembaga pendidikan seni, semuanya membentuk saya sampai hari ini,” ungkap Yoyon Darsono dalam siaran tersebut.
Baca juga : Susur Alam Palemburan”, Membuka Kesadaran Warga Akan Alam
Yoyon dikenal sebagai seniman multitalenta yang mampu memainkan berbagai alat musik tradisional Sunda, seperti suling, rebab, terompet penca, hingga piul, yang menjadi bekal penting dalam kiprahnya di panggung internasional.
Ia menceritakan pengalaman pertamanya tampil di Amerika Serikat pada 2007 bersama kelompok Tati Saleh, yang menjadi momen berkesan sekaligus penuh tantangan karena perbedaan cuaca dan kondisi pertunjukan.
“Bayangkan pertama kali ke Amerika, musim dingin, alat musik basah, kendang tidak berbunyi, tapi justru itu pengalaman yang tidak terlupakan,” kata Yoyon mengenang penampilan di Chicago.
Selain Amerika, Yoyon juga pernah tampil di berbagai negara di Asia, Afrika, hingga Eropa, termasuk Madagaskar bersama Krakatau Band, kelompok musik etnik-jazz yang turut ia rintis konsep kolaborasinya.
Dalam kesempatan itu, Yoyon menegaskan pentingnya generasi muda untuk tidak gengsi mempelajari kesenian tradisional, karena budaya merupakan amanat konstitusi yang harus dijaga bersama.
“Kesenian tradisional itu dilindungi undang-undang dan menjadi jendela untuk melihat dunia, jadi jangan ragu untuk mempelajarinya dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....