BNPB Pastikan Pengungsi Longsor Pasirlangu Segera Punya Hunian
- 30 Jan 2026 20:17 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung Barat – Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan percepatan penanganan pascabencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dengan menyiapkan skema hunian sementara hingga relokasi rumah permanen bagi warga terdampak.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan, pengungsi tidak akan dibiarkan berlama-lama tinggal di tempat penampungan darurat. Dalam waktu satu hingga dua hari ke depan, warga terdampak ditargetkan sudah mendapatkan kepastian tempat tinggal sementara.
“Kami tidak ingin masyarakat terlalu lama berada di pengungsian. Dalam satu sampai dua hari ini mereka akan dipindahkan ke tempat yang lebih layak,” kata Suharyanto, di posko pengungsi, Kamis 29 Januari 2026.
Baca Juga: HJG-213, Pemkab Hadirkan "Ngarawat Ci Garut"
Data posko mencatat, sebanyak 564 jiwa dari 186 kepala keluarga masih mengungsi di Aula dan GOR Desa Pasirlangu. Pemerintah menyiapkan dua opsi penanganan, yakni hunian sementara (huntara) serta penempatan di rumah kerabat dengan dukungan dana tunggu hunian.
Bagi warga yang memilih tinggal bersama keluarga, BNPB menyalurkan dana tunggu hunian sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga per bulan hingga rumah permanen selesai dibangun. Sementara itu, bagi pengungsi yang tidak memiliki alternatif tempat tinggal, pemerintah akan membangun huntara dengan anggaran sekitar Rp25–30 juta per unit.
Selain penanganan jangka pendek, BNPB juga menyiapkan pembangunan hunian permanen melalui skema relokasi ke kawasan yang lebih aman. Setiap unit rumah permanen akan mendapat bantuan sebesar Rp60 juta. Saat ini tercatat 48 rumah mengalami rusak berat dan harus dibangun ulang, dengan jumlah berpotensi bertambah seiring pendataan lanjutan.
Pemerintah berharap langkah percepatan ini dapat mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi warga terdampak sekaligus memastikan aspek keselamatan melalui relokasi ke wilayah yang lebih aman dari ancaman bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....