Kawasan Longsor Pasirlangu Direlokasi Total Dikembalikan Jadi Hutan
- 24 Jan 2026 19:53 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung Barat - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil langkah tegas pascabencana tanah longsor di Kampung Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Seluruh warga terdampak dipastikan akan direlokasi.
Sementara kawasan bekas longsor akan direboisasi dan dikembalikan menjadi kawasan hutan. Keputusan tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat meninjau langsung lokasi bencana pada Sabtu 24 Januari 2026.
Baca juga:Material Longsor Labil, Sulitkan Evakuasi dan Bahayakan Petugas
Menurut Dedi, kondisi geografis wilayah tersebut sudah tidak memungkinkan lagi untuk dijadikan permukiman karena memiliki risiko longsor yang sangat tinggi.
“Setelah ini seluruh rumah direlokasi. Warga tidak boleh kembali tinggal di sini. Saya cenderung kawasan ini dihutankan saja,” ujar Dedi.
Dedi menjelaskan, longsor diduga kuat dipicu oleh alih fungsi lahan. Lereng yang seharusnya menjadi kawasan resapan air dimanfaatkan untuk perkebunan sayuran, sehingga memperparah tingkat kerawanan tanah.
“Penataan ulang tata ruang harus dilakukan. Wilayah ini sebelumnya sudah sangat kritis, dan potensi longsor berulang sangat besar, apalagi permukiman di sekitarnya sudah mencemaskan,” kata dia.
Selain relokasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menjanjikan bantuan uang tunai serta pembangunan rumah baru bagi warga terdampak. Proses pemulihan, kata Dedi, akan dilakukan secara bertahap setelah operasi pencarian korban dinyatakan selesai.
Saat ini, tim SAR gabungan yang melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, dan relawan masih memprioritaskan pencarian korban yang tertimbun material longsor. Hingga Sabtu sore pukul 16.30 WIB, tercatat 10 orang ditemukan meninggal dunia, 23 orang selamat, dan 82 orang masih dalam pencarian.
Namun, operasi pencarian terpaksa dihentikan sementara sekitar pukul 17.00 WIB karena kondisi medan yang sangat berbahaya. “Evakuasi mengalami kesulitan karena timbunan tanah cukup dalam. Ada potensi korban terbenam lebih dalam, sehingga prosesnya harus sangat hati-hati,” ujar Dedi.
Pemprov Jabar menegaskan, setelah fase tanggap darurat berakhir, fokus akan dialihkan pada pemulihan lingkungan dan pengendalian tata ruang guna mencegah bencana serupa terulang di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....