BPBD Fokuskan Edukasi Mitigasi, Prototipe Rumah Tahan Bencana
- 14 Jan 2026 12:18 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung menetapkan penguatan edukasi mitigasi bencana dan pembangunan prototipe rumah tahan bencana sebagai program utama pada tahun 2026. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sekaligus memperkuat upaya pengurangan risiko bencana di wilayah perkotaan yang memiliki kerawanan cukup tinggi.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi, menjelaskan bahwa edukasi mitigasi tetap menjadi prioritas utama. Namun, pada 2026 BPBD akan mengembangkan metode penyampaian yang lebih inovatif dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.
“Program utama tetap edukasi, tetapi kami akan menambah pendekatan menggunakan video agar penyampaiannya lebih menarik. Kami ingin membuat video mapping sehingga edukasi menjadi informatif sekaligus menghibur,” ujar Didi Ruswandi, Rabu 14 Januari 2026.
Baca juga:Kepadatan Penduduk Fokus Penyehatan Lingkungan Tekan TBC, Stunting
Menurut Didi, pendekatan konvensional berupa sosialisasi tatap muka selama ini masih memiliki keterbatasan jangkauan. Hingga saat ini, edukasi mitigasi secara langsung baru menjangkau sekitar dua persen dari total penduduk Kota Bandung. Oleh karena itu, pemanfaatan media video dinilai menjadi solusi efektif untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas dan beragam.
Selain penguatan edukasi, BPBD Kota Bandung juga merencanakan pembangunan prototipe atau pilot project rumah tahan bencana. Program ini akan dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP). Prototipe tersebut dirancang sebagai contoh rumah yang memiliki ketahanan terhadap bencana, khususnya gempa bumi.
“Kami ingin membangun prototipe rumah tahan bencana agar saat terjadi bencana, pemerintah dan masyarakat sudah siap membangun kembali dengan standar yang aman. BNPB memiliki dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi (hibah RR), dan kami ingin memastikan semua pihak sudah terbiasa dengan konsep rumah tahan bencana,” jelasnya.
Ia mengutarakan, latihan dan pembiasaan ini penting dilakukan sejak dini agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan tepat sasaran. Saat ini, lokasi pembangunan dan desain rumah tahan bencana tersebut telah disiapkan oleh pemerintah, dengan konsep bangunan yang dirancang tahan gempa.
Dalam upaya pengurangan risiko bencana, BPBD Kota Bandung juga terus mendorong program penghijauan, khususnya di kawasan permukiman yang berada di wilayah rawan longsor. Penghijauan dinilai penting untuk menjaga stabilitas lereng dan mengurangi potensi bencana hidrometeorologi.
“Penghijauan akan terus kami lanjutkan, terutama untuk menjaga stabilitas lereng di permukiman. Untuk penanganan sungai, sudah ada Satuan Daerah Bidang Manajemen (SDBM) yang fokus menangani persoalan tersebut,” ucapnya.
Di sektor pendidikan, BPBD Kota Bandung telah menyalurkan materi edukasi berupa video kepada Satuan Pendidikan Aman Bencana. Bahkan, Wali Kota Bandung juga meminta agar dilakukan survei untuk mengukur tingkat literasi kebencanaan para siswa.
“Kami berharap edukasi ini benar-benar dipahami oleh siswa. Informasi kebencanaan harus bisa disebarkan agar mereka mampu melakukan tindakan mandiri saat terjadi bencana,” katanya.
Tak hanya itu, BPBD Kota Bandung juga berencana meningkatkan kapasitas penanganan darurat dengan pengadaan peralatan rescue dasar. Sejumlah alat telah masuk dalam perencanaan anggaran, namun untuk peralatan berskala besar, BPBD masih membutuhkan dukungan tambahan.
“Kami berencana membeli peralatan rescue dasar. Beberapa sudah teranggarkan, tetapi alat-alat besar masih belum kami miliki. Harapannya, BNPB bisa membantu sehingga Kota Bandung mendapatkan tambahan peralatan penanggulangan bencana,” tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....