Kota Bandung Intensifkan Normalisasi dan Pembangunan Drainase

  • 13 Des 2025 09:26 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung; Menghadapi meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung terus mengintensifkan berbagai upaya penanganan drainase. Langkah ini dilakukan melalui normalisasi, revitalisasi, hingga pembangunan saluran drainase baru di sejumlah wilayah Kota Bandung, guna memastikan aliran air tetap lancar dan meminimalkan potensi genangan maupun banjir lokal.

Kepala DSDABM Kota Bandung, Rizki Kusrulyadi, mengatakan drainase memiliki peran yang sangat vital sebagai sarana pengaliran limpasan air, baik yang berasal dari badan jalan maupun kawasan permukiman. Dengan sistem drainase yang berfungsi optimal, air hujan dapat dialirkan dengan baik hingga ke sungai sebagai muara akhir.

Baca juga:Pemkot Cimahi Siapkan Lahan untuk Pembangunan Jalan Underpass

“Drainase seharusnya mampu menampung dan mengalirkan limpasan air secara optimal, baik dari jalan maupun dari lingkungan sekitarnya, sehingga tidak terjadi genangan,” ujar Rizki, sabtu (13/12/2025).

Ia menjelaskan, upaya yang dilakukan tidak hanya sebatas normalisasi saluran yang mengalami penyempitan akibat sedimentasi, tetapi juga revitalisasi untuk meningkatkan kapasitas aliran air. Bahkan, di beberapa titik yang dinilai membutuhkan penanganan khusus, DSDABM juga membangun saluran drainase baru.

“Kita tidak hanya melakukan normalisasi, tapi juga revitalisasi dan pembangunan beberapa saluran drainase baru untuk memperlancar aliran air, terutama di titik-titik rawan genangan,” katanya.

Rizki menambahkan, kegiatan pemeliharaan dan normalisasi drainase dilakukan secara rutin setiap hari. Petugas di lapangan secara berkala membersihkan sampah serta endapan lumpur yang menghambat aliran air, terlebih pada musim hujan seperti saat ini.

“Perbaikan, pemeliharaan, termasuk pembersihan sampah dan sedimentasi, kita lakukan setiap hari agar fungsi drainase tetap optimal,” ungkapnya.

Meski demikian, Rizki mengakui bahwa persoalan sampah dan sedimentasi masih menjadi tantangan terbesar dalam pengelolaan drainase di Kota Bandung. Tingginya volume sampah yang masuk ke saluran air kerap menyebabkan penyumbatan, terutama ketika hujan deras mengguyur kota.

“Kita akui, saat ini memang terlalu banyak sampah dan sedimentasi di saluran drainase, dan itu cukup menyulitkan dalam penanganannya,” katanya.

Ia mencontohkan, tidak jarang saluran drainase yang telah dibersihkan kembali tersumbat dalam waktu singkat akibat sampah yang terbawa aliran air.

“Sering kali setelah kita bersihkan, dua hari kemudian sudah penuh lagi oleh sampah,” ucapnya.

Meski menghadapi berbagai kendala tersebut, Rizki menegaskan DSDABM Kota Bandung akan terus berupaya melakukan pemulihan dan perbaikan sistem drainase secara berkelanjutan dengan sumber daya yang tersedia. Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami mohon dukungan dari warga masyarakat untuk tidak membuang sampah ke saluran drainase. Kalau saluran bersih, aliran air akan lancar dan risiko genangan bisa kita kurangi bersama,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....