Peran Ayah Era Digital Harus Hadir Secara Fisik
- 25 Nov 2025 15:00 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung; Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan bahwa seorang ayah memegang peran besar dalam membentuk masa depan anak-anaknya. Menurutnya, tanggung jawab seorang ayah bukan hanya untuk kehidupan hari ini, tetapi juga menjadi bekal berharga bagi masa depan, termasuk di hari akhir.
“Keberadaan kita sebagai ayah adalah tanggung jawab sekaligus berkah. Ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga bekal di hari akhir,” ujar Farhan dalam Peringatan Hari Ayah Tingkat Kota Bandung yang digelar di Hotel Grandia, Selasa (25/11/2025).
Farhan juga memberikan apresiasi khusus kepada para istri dan ibu yang kerap harus menggantikan peran ayah di rumah, terutama bagi keluarga yang suaminya berprofesi sebagai aparat keamanan, petugas layanan publik, atau pekerjaan lain yang mengharuskannya sering bertugas di luar rumah.
“Banyak ayah yang tidak selalu bisa pulang karena tugas. Tapi hebatnya, para ibu selalu berhasil menghadirkan sosok ayah di mata anak-anak. Maka Hari Ayah ini juga saya persembahkan untuk para istri dan ibu,” ungkapnya.
Baca juga:Cimahi Tekankan Harmonisasi Pemerintah Pengusaha Buruh Jelang UMK
Mengangkat tema “Ayah Hadir di Era Digital”, Farhan menilai tema tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini. Era digital, menurutnya, menawarkan kemudahan dalam komunikasi dan akses informasi, namun sekaligus membawa tantangan baru seperti kesenjangan generasi hingga kecanduan gawai.
“Era digital membuka kemudahan komunikasi dan informasi, tapi juga memunculkan kesenjangan generasi dan kecanduan gawai. Di sinilah ayah harus hadir, bukan hanya fisik, tetapi juga secara emosional dan digital,” katanya.
Farhan menekankan bahwa kehadiran ayah tidak cukup hanya terlihat secara fisik. Seorang ayah harus mampu mendengarkan, mendampingi, serta menuntun anak agar bijak memanfaatkan teknologi.
Ia menambahkan, meski Bandung dikenal sebagai kota kreatif dan kota digital, pembangunan teknologi harus tetap selaras dengan ketahanan keluarga.
“Kita ingin Bandung unggul dalam teknologi, tapi juga unggul dalam nilai kemanusiaan. Fondasi utamanya tetap keluarga yang harmonis,” ucapnya.
Pemerintah Kota Bandung, lanjut Farhan, berkomitmen memperkuat program pendidikan keluarga, kesehatan mental, serta penguatan peran ayah dan ibu dalam membangun karakter anak.
“Kehadiran ayah memimpin salat, mendampingi makan bersama di meja makan sederhana, jauh lebih bermakna daripada sekadar video call. Jangan sampai peran ayah diserahkan kepada teknologi,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan bahwa peringatan Hari Ayah harus dijadikan momentum untuk menghargai kontribusi ayah dalam membangun karakter keluarga.
“Ayah bukan hanya pencari nafkah. Ayah harus menjadi pelindung, pengaman, pendengar yang baik bagi istri dan anak-anak,” katanya. Ia mengakui, dalam kehidupan modern saat ini, komunikasi antara ayah dan anak sering terjadi dua arah.
“Di era kids zaman now, bahkan untuk urusan makan atau memilih baju, saya sering bertanya kepada anak. Ayah itu harus mau mendengar,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan seorang ayah dapat dilihat ketika anak laki-laki ingin menjadi seperti ayahnya, dan anak perempuan kelak ingin memiliki suami dengan karakter seperti ayahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung, Uum Sumiati, menegaskan pentingnya kehadiran ayah dalam proses pengasuhan.
“Pola pengasuhan tanpa peran ayah dapat berdampak negatif pada tumbuh kembang anak. Hari Ayah ini harus menjadi pengingat bagi para ayah untuk meningkatkan kebersamaan bersama keluarga,” tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....