Damkar Cimahi Berjuang Padamkan Api Hingga Lima Jam

  • 04 Sep 2025 08:29 WIB
  •  Bandung

KBRN, Cimahi: Asap pekat mengepul ke langit sore itu, menggantung di atas Jalan Kolonel Masturi, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara. Di tengah hiruk-pikuk warga yang mulai panik, petugas pemadam kebakaran berjibaku menaklukkan si jago merah yang melahap bangunan gudang berisi sepatu, kain, hingga logistik.

Butuh waktu hampir lima jam untuk mengendalikan kobaran api yang terus membesar sejak pertama kali dilaporkan pada Rabu 3 September 2025 sekitar pukul 17.47 WIB. Petugas baru berhasil memadamkan api sepenuhnya sekitar pukul 22.30 WIB.

“Kami mulai pemadaman sejak pukul 6 sore, dan baru benar-benar bisa dipadamkan pukul setengah sebelas malam. Saat ini masih proses pendinginan, jadi total hampir lima jam kami di lapangan,” ungkap Aep Mulyana, Kepala Seksi Pemadam dan Penyelamatan pada Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, dalam keterangannya Kamis (4/9/2025).

Baca juga: Pemkab Garut Prihatin Tingkat Pendidikan Tergolong Rendah

Menurut Aep, kebakaran yang terjadi tergolong sulit ditangani. Selain karena material yang mudah terbakar, keterbatasan armada pemadam juga menjadi kendala utama dalam proses pemadaman.

“Gudang berisi sepatu, kain, makanan ringan, bahkan logistik milik DPKP. Bahan-bahan ini sangat mudah terbakar, jadi api cepat membesar. Armada kami terbatas dan suplai air juga sempat tersendat. Untungnya ada bantuan dua unit mobil damkar dari Kabupaten Bandung Barat yang sangat membantu,” ucapnya.

Total, delapan unit mobil pemadam dikerahkan dalam operasi tersebut enam dari Kota Cimahi dan dua tambahan dari Kabupaten Bandung Barat.

Kebakaran diduga bermula dari gudang kain, tepatnya dari sebuah mesin boiler. Menurut kesaksian salah satu karyawan, api pertama kali terlihat menyala dari mesin tersebut saat masih dalam kondisi beroperasi.

Diduga, mesin boiler mengalami gangguan teknis hingga memicu percikan api yang dengan cepat menjalar ke material di sekitarnya.

“Informasi dari karyawan, titik awal api berasal dari gudang kain, dari mesin boiler yang masih beroperasi. Tapi tentu nanti akan kami periksa lebih lanjut untuk memastikan penyebab pastinya,” kata Aep.

Hingga kini, pihak pemadam belum bisa memastikan total kerugian akibat insiden ini. Proses penyelidikan dan pendataan masih terus dilakukan.

“Belum bisa kita taksir kerugiannya. Masih dalam proses pemeriksaan,” jelasnya.

Selama proses pemadaman berlangsung, listrik di sekitar lokasi kejadian sempat dipadamkan untuk mencegah potensi bahaya lanjutan. Sejumlah warga pun tampak berjaga di sekitar rumah masing-masing, khawatir api akan merembet ke pemukiman.

Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kerusakan materiil diperkirakan cukup besar, mengingat besarnya bangunan dan jumlah barang yang tersimpan di dalamnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....