Tradisi Wuku Tahun dalam Kebudayaan Masyarakat Sunda
- 13 Agt 2026 10:23 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung : Masyarakat Sunda memiliki kekayaan tradisi luhur yang merefleksikan keharmonisan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Salah satu warisan budaya yang sarat akan nilai spiritual dan filosofis tersebut adalah tradisi Wuku Tahun (atau Wuku Taun).
Tradisi ini merupakan sistem penanggalan kuno sekaligus ritual tahunan yang dipelihara secara turun-temurun oleh komunitas adat Sunda, seperti yang masih lestari hingga saat ini di Kampung Adat Cikondang, Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
| Baca juga: Tradisi Dinilai Perkuat Karakter Anak |
Secara filosofis, Wuku Tahun tidak sekadar berfungsi sebagai perhitungan waktu untuk bergantinya tahun dalam kalender Sunda. Lebih dari itu, wuku menggambarkan perputaran siklus kehidupan, perubahan musim, serta kosmologi spiritual yang dipercayai oleh masyarakat.
Melalui perhitungan ini, masyarakat Sunda menentukan hari-hari baik untuk memulai berbagai aktivitas penting, seperti bercocok tanam, membangun rumah, mengabadikan ikatan pernikahan, hingga menggelar upacara adat besar.
Pelaksanaan ritual Wuku Tahun digelar secara rutin setiap bulan Muharam (Tahun Baru Islam). Tradisi ini digelar sebagai ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa atas segala nikmat yang telah diterima, mulai dari keberhasilan panen pertanian, kelancaran usaha, hingga keselamatan dari berbagai bencana pada tahun sebelumnya.
Rangkaian upacara diawali sejak tanggal 1 hingga 14 Muharam, sedangkan puncak acaranya berlangsung pada tanggal 15 Muharam melalui prosesi doa bersama yang dipimpin oleh para sesepuh adat di Bumi Adat, serta penyerahan dan penukaran tumpeng keselamatan.
Tradisi ini juga menjadi media perekat tali silaturahmi dan solidaritas antarwarga masyarakat Sunda. Gotong royong terasa begitu kental saat warga bahu-membahu menyiapkan segala keperluan upacara, mulai dari pembuatan kue-kue tradisional, penataan tumpeng, hingga perlengkapan ritual lainnya.
Di era modernisasi saat ini, keberadaan tradisi Wuku Tahun yang telah berlangsung selama lebih dari tiga abad ini menghadapi tantangan besar agar tetap lestari. Meskipun demikian, warga Kampung Adat Cikondang beserta komunitas pecinta budaya Sunda terus berupaya merawat serta mengenalkan kembali tradisi ini kepada generasi muda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....