Makna “Neundeun Omong” dalam Prosesi Pernikahan Adat Sunda

  • 29 Jul 2026 15:14 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung: Dalam prosesi pernikahan, banyak rangkaian adat yang biasa dilakukan sebelum tiba hari akad nikah dilaksanakan. Neundeun Omong merupakan salah satu rangkaian yang masih dilakukan hingga saat ini.

Jika masyarakat luas mengenal acara Lamaran, dalam tradisi kebudayaan Sunda biasa disebut Neundeun Omong yang biasa dilakukan sebelum lamaran. Secara harfiah, Neundeun Omong memiliki arti menyimpan ucapan atau janji yang dilakukan oleh pihak keluarga laki-laki kepada pihak keluarga perempuan .

Dikutip dari laman gramedia.com tentang “Upacara Pernikahan Adat Sunda: Tahapan dan Serba-serbi nya, Langkah awal dalam prosesi pernikahan adat Sunda adalah neundeun omong. Dalam prosesi ini dipertemukan dua keluarga calon mempelai laki-laki dan perempuan sebelum lamaran.

Pada prosesi Neundeun Omong ini, calon mempelai laki-laki akan meminta restu lalu menanyakan kepada pihak perempuan perihal kesiapannya untuk dilamar. Acara prosesi Neundeun Omong dapat dilakukan secara santai tetapi tetap bersifat serius.

Pihak keluarga laki-laki dapat membawa buah tangan, misalnya seperti buah-buahan atau makanan tradisional guna untuk diberikan kepada keluarga calon mempelai perempuan. Dalam acara tersebut, kedua pihak keluarga membahas perihal detail lamaran.

Ada juga yang menjelaskan tentang apa saja yang dilakukan dalam acara Neundeun Omong seperti dikutip dari laman bogorwedding.com, adalah sekedar mencari tahu apakah si anak perempuan sudah ada yang melamar atau belum. Jika orang tua pihak calon mempelai wanita menjawab tidak, barulah kedua pihak keluarga akan bersepakat untuk membicarakan hal yang lebih resmi terkait lamaran dan prosesi resepsi lainnya di kemudian hari.

Laman Perpustakaan Digital Budaya Indonesia juga menjelaskan bahwa di beberapa daerah di wilayah pasundan ada yang menggunakan cara dengan saling mengirimi barang tertentu. Seperti orang tua anak laki-laki mengirim rokok cerutu dan orang tua anak perempuan mengerti dengan maksud itu, maka apabila mereka setuju akan segera membalasnya dengan mengirimkan benih labu siam (binih waluh siam). Dengan demikian maka anak-anak itu sudah diteundeunan omongan (disimpan ucapannya).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....