Reak, Dentuman Mistis dari Bandung Timur yang Selalu Bikin Jalanan Riuh
- 30 Apr 2026 13:05 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Jika melintasi kawasan Bandung Timur seperti Ujungberung, Cibiru, hingga Cileunyi, lalu terdengar tabuhan keras yang menggema dan menggetarkan, besar kemungkinan itu adalah pertunjukan Reak. Kehadiran rombongan kesenian ini kerap mengubah suasana jalanan menjadi ramai, penuh penonton, serta dipenuhi debu dan hiruk-pikuk.
Mengacu pada informasi dari Suakaonline, Reak bukan sekadar pertunjukan seni biasa, melainkan tradisi khas Sunda yang sarat energi dan nuansa mistis.
Pertunjukan ini memadukan musik tradisional yang menghentak dengan visual penari bertopeng besar serta atraksi yang kerap memicu ketegangan.
Kesenian Reak telah lama hidup dan berkembang di wilayah Bandung Timur.
Tradisi ini diyakini telah ada sejak ratusan tahun lalu dan biasa ditampilkan dalam berbagai kegiatan masyarakat seperti hajatan, khitanan, hingga perayaan kampung.
Salah satu ciri paling mencolok dari Reak adalah kehadiran sosok bertopeng besar menyerupai hewan atau makhluk mitologis. Bentuknya beragam, dengan warna mencolok dan ekspresi garang yang memberikan kesan dramatis bagi penonton.
| Baca juga: Teater Musikal Ken Arok Sukses Pukau Bandung |
Pertunjukan Reak diiringi alat musik tradisional seperti dogdog dan terompet yang dimainkan dengan tempo cepat dan ritmis. Seiring meningkatnya intensitas musik, gerakan para pemain pun menjadi semakin dinamis dan ekspresif.
Pada fase tertentu, beberapa pemain dapat memasuki kondisi trance atau kesurupan yang menjadi bagian dari atraksi. Mereka dapat menunjukkan perilaku di luar kebiasaan, seperti bergerak tidak terkendali hingga melakukan aksi ekstrem.
Fenomena tersebut kerap menarik perhatian penonton yang memadati sisi jalan untuk menyaksikan pertunjukan. Rasa penasaran, tegang, dan kagum bercampur menjadi satu saat pertunjukan berlangsung.
Bagi masyarakat setempat, Reak tidak sekadar hiburan, tetapi juga memiliki nilai budaya dan spiritual. Kesenian ini dipandang sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus simbol kebersamaan dalam komunitas.
Meski tampak bebas dan liar, pertunjukan Reak memiliki aturan dan ritual tertentu. Biasanya terdapat seorang pawang yang bertugas mengendalikan jalannya pertunjukan, termasuk mengembalikan pemain dari kondisi trance agar tetap aman.
Di tengah arus modernisasi, kesenian Reak tetap bertahan dan bahkan mengalami regenerasi. Banyak generasi muda di Bandung Timur yang terlibat aktif dalam pelestarian, mulai dari mempelajari musik hingga tampil dalam berbagai acara.
Bagi kalangan muda, Reak bukan hanya warisan budaya, tetapi juga bagian dari identitas lokal. Tradisi ini menjadi cara untuk menunjukkan bahwa budaya daerah tetap relevan di tengah perkembangan zaman dan dominasi hiburan digital.
Dengan karakter yang unik dan atmosfer yang khas, Reak selalu mampu menciptakan pertunjukan yang memikat perhatian. Tak heran jika setiap kemunculannya kerap mengubah ruang publik menjadi panggung seni yang spektakuler dan penuh nuansa misteri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....