Dari Generasi ke Generasi, Menjaga Seni Reak Tetap Bernapas
- 21 Jul 2026 20:06 WIB
- Bandung
RRO.CO.ID, Bandung - Di tengah derasnya arus modernisasi, upaya menjaga keberlangsungan seni tradisi terus dilakukan oleh para pelaku budaya. Salah satunya dilakukan Pimpinan Seni Reak Tibelat, Abah Enjum, yang memilih membangun regenerasi dari lingkungan keluarga sebagai langkah awal agar seni reak tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Menurut Abah Enjum, pelestarian seni reak tidak cukup hanya melalui pementasan atau festival budaya. Yang lebih penting adalah menyiapkan penerus yang memahami nilai, filosofi, dan tanggung jawab dalam menjaga warisan leluhur.
“Kalau ingin seni reak tetap bernapas, harus ada yang meneruskan. Saya memulainya dari keluarga dengan mengajarkan anak-anak sejak dini agar mengenal, mencintai, dan mampu memainkan seni reak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses pengkaderan dilakukan secara bertahap. Anak-anak tidak hanya dilatih memainkan alat musik dan mengikuti pertunjukan, tetapi juga dibekali pemahaman mengenai makna, etika, serta sejarah yang melekat pada seni reak sebagai bagian dari identitas budaya Sunda.
| Baca juga: Pesona Kawah Gunung Galunggung Masih Memikat |
Bagi Abah Enjum, keluarga menjadi pondasi utama dalam menjaga keberlanjutan kesenian tradisional. Dari lingkungan terdekat itulah kecintaan terhadap budaya dapat tumbuh secara alami sebelum kemudian diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas.
Selain melakukan pembinaan kepada anak-anaknya, Sanggar Seni Reak Tibelat juga membuka ruang bagi generasi muda di lingkungan sekitar untuk belajar dan berlatih bersama. Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan regenerasi yang berkesinambungan sehingga seni reak tidak kehilangan penerus.
Di tengah tantangan perubahan zaman dan beragam pilihan hiburan modern, Abah Enjum meyakini bahwa seni tradisi akan tetap bertahan apabila diwariskan secara konsisten dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Melalui proses kaderisasi yang dimulai dari keluarga dan diperluas kepada masyarakat, Seni Reak Tibelat menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak hanya bergantung pada pertunjukan, tetapi juga pada komitmen untuk menanamkan kecintaan terhadap warisan leluhur sejak usia dini. Dengan cara itulah, napas seni reak diyakini akan terus hidup dan mengalun di tengah kehidupan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....