Jelang Ramadan 2026,Sejumlah Harga Kepokmas Naik

  • 11 Feb 2026 15:54 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Harga sejumlah bahan pangan mulai merangkak naik menjelang Ramadan. Kenaikan paling terasa terjadi pada bawang merah, cabai rawit, dan telur ayam, meski pedagang menilai lonjakan tahun ini relatif lebih landai dibandingkan tahun lalu.

Yati, pedagang sayur di Pasar Kosambi, Kota Bandung mengatakan harga bawang merah mulai naik sejak sepekan terakhir. “Dulu Rp 40 ribu sekarang Rp 50 ribu. Seminggu lalu sudah terasa naiknya,” katanya, Rabu 11 Februari 2026.

Baca Juga: Pemkot Bandung, Dorong Kebangkitan Ekosistem Bandara Bandung

Meski demikian, dirinya menyebut stok bawang masih tersedia dan kondisi pasar masih terkendali. Kenaikan serupa terjadi pada cabai rawit.

Sementara itu, pedagang cabai, Iis menyebut harga cabai rawit kini menyentuh Rp 90 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 60 ribu. “Itu naiknya sudah terasa sejak sebulan terakhir,” ujarnya.

Selain cabai, harga bawang merah di lapaknya kini berada di kisaran Rp 45 ribu per kilogram. Menurut Iis, biasanya kenaikan harga bahan pokok mencapai puncaknya dua hari menjelang Ramadan atau Idul Fitri. Namun tahun ini ia menilai lonjakan harga tidak setajam tahun lalu.

“Kalau tahun kemarin bawang bisa sampai Rp 60 ribu, bahkan menjelang Lebaran tembus Rp 90 ribu. Cabai rawit merah juga bisa ratusan ribu,” katanya.

Meski harga naik, para pedagang justru lebih mengkhawatirkan melemahnya daya beli masyarakat. Iis menyebut kenaikan harga tidak selalu berdampak pada pendapatan pedagang.

Dia berharap pemerintah menjaga ketersediaan stok agar harga tetap terkendali. “Kalau harga naik tidak masalah, tapi sekarang daya beli masyarakat kurang. Pendapatan kami juga ikut berkurang,” ujarnya.

Kenaikan harga juga terjadi pada telur ayam. Ali, pedagang telur, mengatakan harga telur kini mencapai Rp 31 ribu per kilogram setelah naik bertahap dari Rp 29 ribu. “Sudah tiga hari ini naik. Ini memang tradisi setiap menjelang Ramadan,” kata Ali.

Ali menilai kondisi tahun ini tidak jauh berbeda dibandingkan Ramadan tahun lalu. Namun ia menyoroti tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....