Pertamax Naik, Inflasi Jabar Terdongkrak, Deni: Dampaknya Tidak Terlalu Besar

  • 06 Jul 2026 14:19 WIB
  •  Bandung

‎RRI.CO.ID, Bandung - Pengamat Ekonomi Universitas Insan Cendekia Mandiri, Deni Rizky, mengatakan kenaikan harga Pertamax menjadi salah satu faktor yang mendorong inflasi di Jawa Barat. Meski demikian, ia menegaskan kebijakan penyesuaian harga BBM non-subsidi bukan menjadi kewenangan pemerintah daerah.

‎Menurut Deni, inflasi Jawa Barat pada bulan lalu memang masih berada di bawah angka nasional. Namun, bensin non-subsidi, termasuk Pertamax, menjadi salah satu komponen yang memberikan andil terhadap kenaikan inflasi secara bulanan.

‎"Kalau kita melihat inflasi Jawa Barat bulan kemarin, salah satu penyumbangnya memang bensin non-subsidi, yaitu Pertamax. Namun, kebijakan mengenai harga Pertamax bukan kewenangan pemerintah daerah, melainkan pemerintah pusat," ujarnya. Senin 6 Juli 2026.

‎Ia menjelaskan, Pertamax umumnya dikonsumsi oleh masyarakat menengah. Karena itu, kenaikan harganya dapat memengaruhi pola konsumsi dan daya beli kelompok tersebut.

‎"Pertamax itu dikonsumsi masyarakat menengah. Ketika harganya naik, tentu akan memengaruhi daya beli masyarakat menengah dan aktivitas konsumsi mereka,"kata Deni.

‎Meski demikian, Deni menilai dampak kenaikan Pertamax terhadap harga kebutuhan pokok tidak terlalu besar. Sebab, distribusi bahan pangan dan hasil pertanian masih didominasi penggunaan BBM bersubsidi yang hingga kini belum mengalami kenaikan harga.

‎"Menurut saya, pengaruh kenaikan Pertamax terhadap inflasi bahan pokok tidak begitu signifikan. Pengangkutan hasil pertanian dan kebutuhan pokok pada umumnya masih menggunakan BBM bersubsidi yang sampai saat ini tidak mengalami kenaikan," jelasnya.

‎Ia menambahkan, meskipun Pertamax menjadi salah satu penyumbang inflasi, pengendalian harga BBM non-subsidi tetap bergantung pada kebijakan pemerintah pusat.

‎Karena itu, pemerintah daerah perlu fokus menjaga stabilitas harga komoditas lain yang berada dalam kewenangannya untuk mengendalikan inflasi secara keseluruhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....