Tas Sekolah Anak Terlalu Berat Bisa Ganggu Postur, Ini Risiko dan Cara Mencegahnya
- 26 Agt 2026 23:17 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Setiap hari sekolah, anak perlu membawa tas berisi berbagai perlengkapan, mulai dari buku pelajaran, alat tulis, bekal, pakaian olahraga, hingga kebutuhan lainnya. Jika seluruh barang tersebut dimasukkan ke dalam satu tas tanpa memperhatikan bobotnya, beban yang dibawa anak bisa menjadi terlalu berat.
Orangtua dapat mencoba mengangkat atau membawa tas sekolah anak untuk mengetahui seberapa besar beban yang harus ditopang setiap hari. Kebiasaan membawa tas yang terlalu berat dan dilakukan terus-menerus berpotensi membuat otot serta bagian tubuh anak bekerja lebih keras.
Dikutip dari laman Halodoc, penggunaan ransel sekolah yang terlalu berat dapat memberikan tekanan berlebih pada leher, punggung, dan bahu. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena tubuh anak masih berada dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan.
Beban yang berlebihan dapat membuat otot mengalami kelelahan, terutama ketika tas digunakan dalam waktu lama. Jika kebiasaan tersebut tidak diperbaiki, keseimbangan otot dan postur tubuh anak berpotensi terganggu serta meningkatkan risiko cedera.
Tas Berat Dapat Memengaruhi Postur Tubuh Anak
Salah satu hal yang perlu diperhatikan orangtua adalah perubahan postur ketika anak membawa tas yang terlalu berat. Anak dapat secara tidak sadar membungkukkan atau mencodongkan tubuh ke depan untuk mengimbangi beban yang berada di punggung.
Kebiasaan tersebut jika berlangsung terus-menerus dapat membuat tubuh beradaptasi dengan posisi yang kurang ideal. Pada anak usia sekolah dasar, beban tas yang berlebihan juga dapat mengganggu keseimbangan dan meningkatkan risiko tersandung atau terjatuh.
Masalah postur tidak selalu menimbulkan keluhan secara langsung sehingga orangtua terkadang tidak menyadarinya. Padahal, tekanan yang berulang pada otot dan struktur tubuh dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada bagian punggung, leher, maupun bahu.
Ketika membawa tas yang berat, anak juga dapat mengubah posisi kepala dan bahunya untuk menjaga keseimbangan. Perubahan posisi tersebut membuat sejumlah otot bekerja lebih keras dan dalam kondisi tertentu dapat memicu ketegangan hingga nyeri punggung.
Keluhan mungkin tidak langsung dirasakan anak setelah menggunakan tas berat dalam satu atau dua hari. Namun, kebiasaan membawa beban yang berlebihan secara terus-menerus perlu dihindari agar tidak menimbulkan gangguan pada kenyamanan, gerak, dan postur tubuh.
Perhatikan Berat Tas Sesuai Bobot Tubuh Anak
Salah satu cara sederhana untuk mengurangi risiko akibat tas sekolah yang terlalu berat adalah memperhatikan berat keseluruhan tas beserta isinya. Sebagai panduan praktis, orangtua dapat mengupayakan agar berat tas tidak lebih dari sekitar 10 persen berat badan anak.
Sebagai contoh, anak dengan berat badan 40 kilogram sebaiknya membawa tas dengan bobot sekitar 4 kilogram atau kurang. Namun, kebutuhan dan kondisi setiap anak dapat berbeda sehingga orangtua tetap perlu memperhatikan kenyamanan serta keluhan yang muncul ketika anak menggunakan tas.
Selain memperhatikan berat tas, orangtua juga dapat mengamati cara anak berjalan dan berdiri ketika membawa ransel. Jika anak sering membungkuk, mengeluh nyeri, mengalami kesemutan, atau terlihat kesulitan bergerak saat membawa tas, sebaiknya kondisi tersebut tidak diabaikan dan dapat dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan.
Tips Memilih Tas Sekolah yang Aman dan Nyaman
Orangtua sebaiknya memilih tas yang memiliki bobot kosong ringan sehingga beban keseluruhan tidak bertambah secara signifikan. Tas dengan ukuran sesuai kebutuhan anak juga lebih baik dibandingkan ransel berukuran besar yang memungkinkan anak memasukkan terlalu banyak barang.
Bagian punggung tas sebaiknya memiliki bantalan yang cukup empuk agar lebih nyaman ketika bersentuhan dengan tubuh anak. Bantalan tersebut juga dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman ketika anak membawa tas dalam perjalanan menuju atau pulang dari sekolah.
Pilihlah ransel dengan dua tali bahu yang lebar dan memiliki bantalan. Dua tali yang digunakan dengan benar membantu mendistribusikan beban lebih merata dibandingkan membawa tas hanya pada satu bahu.
Orangtua juga perlu mengajarkan anak menggunakan kedua tali bahu dan menyesuaikan panjangnya agar tas berada dekat dengan tubuh. Hindari membiarkan tas menggantung terlalu rendah karena posisi tersebut dapat membuat anak harus mencondongkan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan.
Jangan Masukkan Barang yang Tidak Diperlukan
Selain memilih tas yang tepat, isi tas juga perlu diperiksa secara rutin. Orangtua dapat membantu anak memilah buku, perlengkapan, atau barang lain yang benar-benar diperlukan sesuai jadwal pelajaran.
Barang yang tidak digunakan sebaiknya tidak perlu dibawa setiap hari. Jika sekolah menyediakan loker atau tempat penyimpanan, beberapa perlengkapan yang memang tidak diperlukan untuk dibawa pulang dapat disimpan di sana.
Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu mengurangi beban yang harus dibawa anak setiap hari. Dengan demikian, tas sekolah tidak hanya terlihat lebih rapi, tetapi juga menjadi lebih ringan dan nyaman digunakan.
Pada akhirnya, tas sekolah merupakan bagian penting dari aktivitas anak sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan tubuh. Perhatian orangtua terhadap berat tas, desain ransel, cara pemakaian, serta isi tas dapat membantu menjaga kenyamanan dan mendukung kebiasaan postur yang lebih baik selama masa pertumbuhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....