Ini Cara Ayah Siapkan Dana Pendidikan sejak Dini

  • 30 Jul 2026 06:51 WIB
  •  Bandung
Poin Utama
  • Perencanaan keuangan sejak dini merupakan langkah penting bagi orang tua untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak di tengah meningkatnya biaya hidup dan inflasi pendidikan.
  • Adrian Maulana menekankan bahwa literasi keuangan keluarga memungkinkan orang tua untuk tidak hanya mengandalkan penghasilan bulanan, tetapi juga memiliki strategi jangka panjang.
  • Edukasi tentang perencanaan keuangan keluarga disampaikan melalui diskusi di kanal YouTube Parentalk pada 19 Juni 2026 untuk memberikan wawasan kepada masyarakat luas.

RRI.CO.ID, Bandung - Perencanaan keuangan sejak dini menjadi langkah penting yang perlu dilakukan setiap orang tua, terutama ayah, agar mampu memenuhi kebutuhan pendidikan anak di tengah meningkatnya biaya hidup dan inflasi pendidikan yang terus terjadi.

Edukasi tersebut disampaikan Adrian Maulana dalam perbincangan di kanal YouTube Parentalk yang tayang pada 19 Juni 2026. Dalam diskusi tersebut, Adrian menyoroti pentingnya literasi keuangan keluarga agar orang tua tidak hanya mengandalkan penghasilan bulanan, tetapi juga memiliki strategi jangka panjang dalam mempersiapkan masa depan anak.

Menurut Adrian, pendidikan merupakan investasi terpenting bagi keluarga sehingga membutuhkan perencanaan yang matang. Ia menjelaskan biaya pendidikan tidak hanya mencakup uang sekolah, tetapi juga berbagai kebutuhan lain seperti perlengkapan belajar, kegiatan sekolah, hingga biaya pergaulan yang terus meningkat setiap tahun.

"Kalau tidak direncanakan sejak awal, biaya pendidikan akan terasa semakin berat karena inflasi pendidikan jauh lebih tinggi dibandingkan inflasi secara umum," ujar Adrian.

Ia menjelaskan inflasi pendidikan diperkirakan dapat mencapai sekitar 10 hingga 15 persen per tahun, sehingga menabung secara biasa belum tentu mampu mengejar kenaikan biaya sekolah di masa mendatang. Karena itu, orang tua perlu memilih instrumen keuangan yang mampu menjaga nilai aset dalam jangka panjang.

Adrian menilai masih banyak keluarga yang terjebak dalam gaya hidup konsumtif akibat tidak memiliki perencanaan arus kas (cash flow) yang baik. Kondisi tersebut membuat sebagian orang tua kesulitan memenuhi kebutuhan pendidikan anak ketika memasuki jenjang sekolah yang lebih tinggi.

Selain itu, ia juga menyinggung fenomena sandwich generation, yakni kondisi ketika seseorang harus membiayai kebutuhan orang tua sekaligus anak-anaknya. Menurutnya, tanpa pengelolaan keuangan yang disiplin, beban ekonomi keluarga akan semakin berat dan berpotensi menghambat persiapan pendidikan anak.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, Adrian membagikan tiga langkah yang dapat diterapkan kepala keluarga. Pertama, menyesuaikan gaya hidup sesuai kemampuan dan menghindari kebiasaan konsumtif yang dipicu rasa takut tertinggal atau fear of missing out (FOMO). Kedua, mencari sumber penghasilan tambahan yang tidak mengganggu pekerjaan utama. Ketiga, mulai berinvestasi sejak dini dengan memilih instrumen yang mudah dipahami serta sesuai dengan profil risiko masing-masing.

Ia juga menilai emas menjadi salah satu pilihan investasi jangka panjang karena dinilai mampu menjaga nilai aset dari dampak inflasi serta mudah dicairkan ketika dibutuhkan. Menurutnya, saat ini masyarakat dapat mulai menabung emas dalam pecahan kecil sehingga lebih mudah dilakukan secara bertahap.

"Yang penting bukan langsung besar, tetapi konsisten menyisihkan sebagian penghasilan setiap bulan untuk masa depan anak," katanya.

Adrian juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan aset investasi. Untuk penyimpanan emas dalam jumlah tertentu, ia menyarankan masyarakat memanfaatkan fasilitas penyimpanan yang aman guna mengurangi risiko kehilangan.

Pengamat keuangan keluarga pada berbagai kesempatan juga menilai keberhasilan pengelolaan ekonomi rumah tangga tidak hanya ditentukan oleh besarnya pendapatan, tetapi lebih kepada disiplin mengatur pengeluaran, membangun dana darurat, serta konsisten berinvestasi sesuai tujuan keuangan.

Melalui edukasi tersebut, Adrian berharap para ayah semakin memahami pentingnya menjadi nahkoda keuangan keluarga. Dengan perencanaan yang matang, keluarga diharapkan mampu memutus mata rantai sandwich generation sekaligus memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....