7 Hal yang Dapat Merusak Amal di Dunia
- 21 Apr 2026 06:15 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Dalam kehidupan seorang Muslim, amal ibadah merupakan bekal utama menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Namun, tidak semua amal yang dilakukan bernilai sempurna di sisi Allah.
Dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Bandung, KH. Asep Anom, S.Ag., M.Sos menyampaikan kajian yang menggugah tentang tujuh perkara yang dapat merusak amal.
Pesan ini menjadi pengingat penting agar setiap ibadah yang dilakukan tidak menjadi sia-sia.
Berikut adalah tujuh perusak amal yang perlu diwaspadai:
1. Riya (Pamer Amal)
Riya adalah melakukan amal bukan karena Allah, melainkan ingin dilihat atau dipuji oleh manusia. Amal yang tercampur riya kehilangan nilai keikhlasannya, sehingga tidak bernilai di hadapan Allah.
2. Ujub (Bangga Diri)
Merasa bangga atas amal yang dilakukan juga menjadi penghalang diterimanya ibadah. Ujub membuat seseorang lupa bahwa semua kebaikan datang dari pertolongan Allah.
3. Hasad (Iri Hati)
Hasad atau dengki terhadap nikmat yang dimiliki orang lain dapat menghapus pahala amal. Hati yang dipenuhi iri akan sulit menerima kebaikan.
4. Sum’ah (Ingin Didengar)
Jika riya berkaitan dengan penglihatan, maka sum’ah berkaitan dengan keinginan agar amalnya didengar orang lain. Misalnya menceritakan ibadahnya agar mendapat pengakuan.
5. Takabur (Sombong)
Sikap sombong membuat seseorang merasa lebih baik dari orang lain. Padahal, kesombongan adalah sifat yang sangat dibenci oleh Allah dan dapat menghapus amal kebaikan.
6. Mengungkit Amal
Sering mengungkit-ungkit kebaikan yang telah diberikan kepada orang lain dapat merusak pahala. Amal yang seharusnya menjadi ladang pahala justru menjadi sia-sia.
7. Lalai dan Tidak Istiqamah
Amal yang dilakukan tanpa konsistensi dan penuh kelalaian juga berpotensi kehilangan nilai. Istiqamah, meski dalam amal kecil, lebih dicintai Allah daripada amal besar yang tidak berkelanjutan.
Melalui tausiyah ini, KH. Asep Anom mengajak umat Islam untuk senantiasa menjaga keikhlasan dan kebersihan hati dalam beramal. Amal bukan hanya tentang kuantitas, tetapi juga kualitas dan niat yang melandasinya.
Semoga kita termasuk orang-orang yang mampu menjaga amal dari hal-hal yang merusaknya, sehingga setiap ibadah yang dilakukan benar-benar bernilai di sisi Allah SWT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....