Novel "The Advokat" Karya WBP Lapas IIB Ciamis, Terbit dalam 6 Bahasa Dunia
- 08 Agt 2026 16:56 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Ciamis - Dunia literasi Indonesia kembali diguncang oleh karya fenomenal dari balik jeruji besi. Novel "The Advokat" yang ditulis oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Ciamis, Muhamad Ijudin Rahmat resmi diterbitkan dalam enam bahasa internasional sebagai bukti nyata keberhasilan program pembinaan pemasyarakatan.
Karya literasi WBP Lapas Kelas IIB Ciamis ini langsung mencuri perhatian publik luas. Naskah yang mengangkat rekam jejak perjuangan seorang advokat tersebut diproyeksikan menjadi tonggak penting dalam membuktikan efektivitas pembinaan berbasis literasi di dalam penjara.
Kepastian terbitnya karya lintas negara ini dikonfirmasi langsung oleh Ir. Yadi Mulyadi selaku ketua umum yayasan bakti anak negeri Indonesia yang menegaskan komitmennya dalam mengawal penerbitan buku berbobot ini hingga ke kancah internasional.
“Karya ini memiliki kekuatan narasi dan nilai edukasi hukum yang sangat luar biasa bagi masyarakat luas,” tegas Ir. Yadi Mulyadi, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 8 Agustus 2026.
Yadi menilai bahwa ide-ide kritis yang dituangkan sang penulis layak mendapatkan panggung membaca di tingkat global. Oleh karena itu, langkah menerjemahkan karya ini ke dalam enam bahasa asing menjadi prioritas utama pihak penerbit.
Yadi Mulyadi juga menambahkan bahwa pihaknya saat ini sedang mematangkan seluruh persiapan teknis peluncuran buku. Penerbit PT. Nas Media Indonesia Group Tempo berkomitmen penuh untuk mengawal penyebaran ide positif yang lahir dari program pembinaan warga binaan pemasyarakatan ini.
Buku tebal ini tidak sekadar menyajikan jalinan cerita fiksi imajinatif. Sejumlah kisah pelik yang dituangkan sang penulis diketahui memiliki keterkaitan erat dengan jejak peristiwa nyata dan pemberitaan media massa di masa lalu.
Berbagai advokasi hukum krusial terangkum secara apik di dalamnya, mulai dari perjuangan membela masyarakat adat Walatra hingga penanganan kasus warga Sindangkerta. Pada kasus Sindangkerta, tanah milik warga diduga kuat diperjualbelikan secara sepihak oleh mantan kepala desa setempat.
Selain itu, Novel The Advokat WBP Lapas Ciamis turut mengupas perseteruan hukum sengit yang pernah melibatkan Gubernur Jawa Barat.
Penulis juga membeberkan kisah pembelaan terhadap warga negara asing asal Korea hingga tragedi perjuangan membela masyarakat Cikalong di Kabupaten Pangandaran.
Rangkaian peristiwa hukum ini memicu perhatian serius dari kalangan jurnalis senior dan pemerhati hukum. Sejumlah wartawan bersama praktisi hukum berencana melakukan penelusuran independen untuk menguji keterkaitan narasi fiksi dengan fakta sejarah di lapangan.
Untuk memperkenalkan naskah ini kepada khalayak luas, Yayasan Bakti Amal Negeri dan PT. Mas Media Indonesia tengah merancang agenda bedah buku di Lapas Kelas IIB Ciamis. Pihak penyelenggara saat ini sedang mengajukan permohonan resmi kepada jajaran pimpinan lapas agar agenda kebudayaan ini dapat difasilitasi.
Ir. Yadi Mulyadi menjelaskan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan bersama jajaran otoritas pemasyarakatan. Langkah birokrasi ini sangat krusial mengingat Muhamad Ijudin Rahmat selaku penulis naskah masih menjalani masa pidana sebagai warga binaan.
“Kami sangat berharap pihak Lapas Kelas IIB Ciamis memberikan izin dan memfasilitasi acara bedah buku ini,” ujarnya.
Dukungan penuh dari otoritas lembaga pemasyarakatan sangat dibutuhkan agar acara bedah buku berjalan lancar. Pelaksanaan agenda ini diharapkan dapat membuktikan kepada publik bahwa penjara mampu menjadi tempat pembinaan bakat yang produktif.
Melalui kehadiran Novel The Advokat WBP Lapas Ciamis, jajaran lapas menunjukkan bahwa program pembinaan mampu melahirkan karya intelektual berbobot. Pelaksanaan bedah buku diharapkan dapat menginspirasi seluruh penghuni lapas di Indonesia untuk terus berkarya.
Penerbitan karya Novel The Advokat WBP Lapas Ciamis ini memberikan tantangan tersendiri bagi pengelola lapas. Kejadian ini membuktikan bahwa pembinaan tidak berhenti pada rutinitas administratif, melainkan mampu melahirkan karya bernilai edukasi tinggi.
Kendati demikian, para pengamat mengingatkan agar substansi narasi dalam buku tetap ditempatkan secara proporsional. Karya sastra tetap memiliki sudut pandang subjektif penulis sehingga tidak bisa serta-merta diperlakukan sebagai dokumen fakta hukum murni.
Proses verifikasi dari data lapangan, dokumen sejarah, dan pemberitaan media tetap menjadi hal krusial. Pendekatan ini penting agar publik dapat menikmati Novel The Advokat WBP Lapas Ciamis secara jernih dari perspektif sastra maupun hukum.
Hadirnya Novel The Advokat WBP Lapas Ciamis membuka ruang dialog segar antara warga binaan, masyarakat umum, media massa, dan praktisi hukum. Karya ini membuktikan bahwa perjuangan menegakkan keadilan dan kebenaran tidak akan pernah padam meski terhalang tembok tahanan.
Inisiatif terjemahan 6 bahasa pada Novel The Advokat WBP Lapas Ciamis diharapkan memicu gelombang pembinaan literasi yang lebih luas. Program ini menjadi bukti konkret transformasi diri narapidana menuju insan yang lebih mandiri dan berdaya saing.
Publik kini menantikan terlaksananya bedah buku Novel The Advokat WBP Lapas Ciamis secara resmi bersama PT Mas Media Indonesia. Keberhasilan ini menegaskan kembali pesan utama bahwa ruang tahanan dapat diubah menjadi kawah candradimuka lahirnya karya literasi monumental yang mendunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....