Sinergi Warga dan Pemerintah Diperlukan untuk Benahi Masalah di Destinasi Wisata
- 22 Mei 2026 00:52 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua — Warga lokal di kawasan pariwisata dinilai masih kurang memahami peluang besar dalam meningkatkan sumber ekonomi jangka panjang. Hal ini menjadi sorotan pemenang konten wisata budaya Nusa Tenggara Timur (NTT), Arfat Akbar, dalam bincang-bincang bersama RRI, pekan lalu.
Arfat dengan tegas mengajak masyarakat lokal, khususnya generasi muda, untuk segera bangkit dan bekerja sama. Ia meyakini bahwa masyarakat mampu mengelola pariwisata yang indah ini menjadi lahan pengembangan ekonomi yang potensial.
"Masyarakat harus memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan yang datang ke lokasi," kata Arfat. "Hal ini bertujuan untuk mengubah stigma buruk tentang sumber daya manusia (SDM) kita yang masih diragukan."
Lebih lanjut, Arfat menjelaskan bahwa zaman semakin modern dan teknologi kian maju. Kemudahan transaksi secara dalam jaringan (daring) di lokasi wisata biasanya juga menjadi instrumen penting bagi wisatawan memilih tujuan.
"Sekarang orang berbelanja tidak mau repot lagi membawa uang fisik saat berkunjung," ujarnya. "Beli tiket, belanja kuliner, atau memesan tempat cukup menggunakan kode respons cepat (QRIS)."
Sebagai pemuda yang sangat peduli terhadap pariwisata dan budaya, Arfat merasa terpanggil untuk terus mempromosikan pariwisata di NTT. Ia juga menyoroti pentingnya kehadiran pemerintah dalam membangun fasilitas yang memadai.
Pemerintah diharapkan dapat mendukung masyarakat pemberian modal usaha, pelatihan keterampilan dan pengawasan secara berkala. "Yang paling prioritas adalah akses jalan yang bagus, lalu kerja sama dengan pihak bank untuk membuatkan kode respons cepat (QRIS) bagi semua Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)," ujarnya tegas.
Selain infrastruktur, masalah sampah dan keamanan juga menjadi persoalan paling krusial di sebuah destinasi wisata. Oleh karena itu, Arfat menyarankan agar pemerintah desa dan warga duduk bersama membahas berbagai kendala yang perlu diselesaikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....