Kadis Pariwisata Belu Crossborder Fest 2026 Momentum Promosi Destinasi Wisata
- 20 Mei 2026 07:15 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belu Januaria Nona Alo S.Ip menilai penyelenggaraan Crossborder Fest 2026 dari tanggal 4-8 Agustus 2026 menjadi momentum strategis dalam mempromosikan potensi destinasi wisata di wilayah perbatasan.
Kegiatan yang menghadirkan berbagai atraksi seni, budaya, dan ekonomi kreatif ini dinilai mampu menarik perhatian wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Menurutnya, Crossborder Fest tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana efektif untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan keindahan alam Belu kepada publik yang lebih luas.
Lanjutnya menjelaskan, kegiatan festival lintas batas ini menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mendorong promosi destinasi unggulan di kawasan perbatasan Indonesia–Timor Leste seperti Padang Fulan Fehan, Patung Bunda Maria Segala Bangsa di Teluk Gurita, Pantai Pasir Putih, Air Terjun Mauhalek, Benteng Makes (Benteng 7 Lapis) dan sejumlah lokasi wisata budaya di Kabupaten Belu lainnya yang telah dikenal mendunia.
Melalui event tersebut, Belu diproyeksikan menjadi pintu gerbang wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan budaya lokal yang unik dan autentik yang telah menjadi menjadi pusat perhatian dunia.
“Dengan posisi geografis yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, Belu memiliki peluang besar menjadi pintu gerbang wisata lintas negara yang potensial untuk dikembangkan secara berkelanjutan,” kata Januria Nona Alo pada Selasa 19 Mei 2026
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Belu terus berupaya mengoptimalkan promosi destinasi unggulan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sinergi tersebut diyakini meningkatkan kunjungan wisatawan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Lebih lanjut, Kadis Pariwisata menambahkan bahwa kegiatan seperti Crossborder Fest juga menjadi wadah pemberdayaan masyarakat dalam menampilkan produk lokal, mulai dari kuliner khas hingga kerajinan tangan.
“Hal ini dinilai penting untuk memperkuat identitas budaya daerah sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas,” ucap Januaria Nona Alo.
Ia berharap momentum Crossborder Fest 2026 dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh pemangku kepentingan, sehingga Belu semakin dikenal sebagai destinasi wisata unggulan di kawasan perbatasan. Dengan promosi yang tepat dan berkelanjutan, sektor pariwisata diyakini mampu menjadi salah satu penggerak utama pembangunan ekonomi daerah. (KM)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....