Fulan Fehan Ramai, Infrastruktur dan Fasilitas Perlu Perhatian
- 25 Mei 2025 12:50 WIB
- Atambua
KBRN, Atambua:Kepala Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Fransiskus Bau, A.M.Pd menyampaikan bahwa kunjungan wisatawan ke kawasan wisata Fulan Fehan paling ramai terjadi saat akhir pekan dan hari libur nasional, khususnya pada Sabtu dan Minggu. Hal tersebut ia sampaikan dalam wawancara bersama RRI Atambua baru-baru ini.
Menurut Fransiskus, saat ini terdapat lima unit lopo (gazebo tradisional) yang masih bisa digunakan oleh pengunjung untuk bersantai menikmati keindahan alam. Namun, beberapa lopo lainnya mengalami kerusakan akibat terpaan angin kencang.
“Infrastruktur jalan menuju Fulan Fehan, khususnya ruas dari Desa Bowe menuju Maudemu yang biasa dilalui, mengalami kerusakan dan longsor. Kondisi ini menyulitkan kendaraan roda empat untuk melintas,” katanya.
Sebagai solusi, pengunjung disarankan menggunakan jalur alternatif melalui Desa Weluli – Dirun. Meskipun jaraknya lebih jauh, rute ini dinilai lebih aman dan layak dilalui.
| Baca juga: Melihat Dugong Langsung di Pantai Mali Alor |
Ia juga mengatakan perlunya perhatian dari pemerintah untuk segera melakukan perbaikan infrastruktur jalan dan penambahan fasilitas pendukung. Untuk pengembangan ke depan, Fransiskus menyarankan pembangunan lopo baru yang lebih tahan terhadap cuaca ekstrem, khususnya angin kencang di kawasan Fulan Fehan.
“Kalau bisa atap lopo tidak lagi memakai alang-alang, karena mudah rusak. Selain itu, pengelolaan tempat wisata Fulan Fehan ke depan harus lebih baik dan profesional,” tambahnya.
Ia juga mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk menikmati pemandangan Fulan Fehan di pagi hari, karena pada sore hari kawasan tersebut biasanya diselimuti kabut. Ia juga merekomendasikan wisata sejarah seperti Benteng Lapis Tujuh dan situs Kikit Gewen sebagai destinasi tambahan yang menarik untuk dikunjungi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....